Materi
Pertahanan eksternal tidak spesifik mencegah patogen masuk: secara fisik oleh kulit dan epitel, secara kimiawi oleh asam lambung, lendir, dan lisozim pada air mata, air liur, dan keringat, serta oleh trombosit yang menutup luka (Biologi Kelas XI hlm. 132–133). Bila patogen lolos, fagosit bekerja. Neutrofil paling banyak dan berumur pendek, dan neutrofil yang mati berkumpul menjadi nanah; makrofag berumur panjang dan menyajikan potongan antigen kepada limfosit (hlm. 143–146).
Pertahanan spesifik dijalankan limfosit. Sel B matang di sumsum tulang; yang aktif menjadi sel plasma penghasil antibodi dan sel B memori (respons humoral). Sel T matang di timus dan menjadi sel T pembantu, yang melepas sitokin untuk merangsang sel B dan makrofag, serta sel T pembunuh, yang menghancurkan sel tubuh yang terinfeksi (respons seluler). Karena ada sel memori, respons terhadap antigen yang sama untuk kedua kalinya lebih cepat dan lebih kuat (hlm. 147–155). Pada alergi, IgE memicu basofil dan sel mast melepas histamin sehingga timbul peradangan (hlm. 152).
Imunitas aktif terbentuk saat tubuh membuat antibodinya sendiri: alami setelah infeksi, buatan lewat vaksin. Imunitas pasif berasal dari antibodi luar dan tidak bertahan lama: alami lewat plasenta dan kolostrum, buatan lewat donor plasma atau serum berisi antibodi dari manusia atau hewan (hlm. 152, 156–157; OpenStax Microbiology Bagian 18.5).