Lompat ke konten utama
←

Biologi TKA SMA

Pelajaran 16 dari 17

Imun, koordinasi, dan reproduksi

Sistem reproduksi pria dan wanita

Setelah pelajaran ini kamu bisa mengaitkan organ reproduksi pria dan wanita dengan fungsinya, membaca perubahan hormon dalam siklus menstruasi, dan menjelaskan letak fertilisasi dan implantasi.

  • ±13 menit
  • 3 latihan
  • Diperiksa 31 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

Testis di dalam skrotum menghasilkan sperma di tubulus seminiferus dan hormon testosteron. Sperma dimatangkan dan disimpan di epididimis, lalu disalurkan vas deferens ke saluran ejakulasi dan uretra. Vesikula seminalis menghasilkan cairan kental yang basa dan kaya fruktosa, yaitu makanan bagi mitokondria sperma; sifat basanya membantu menetralkan suasana asam vagina. Kelenjar prostat menambahkan cairan encer seperti susu yang berisi sitrat dan enzim (Biologi Kelas XI hlm. 222–224; OpenStax Biology 2e Bagian 43.3). Testis harus sekitar 2 °C di bawah suhu tubuh untuk menghasilkan sperma yang layak, sehingga terletak di skrotum di luar rongga tubuh.

Pada wanita, ovarium menghasilkan sel telur, estrogen, dan progesteron; tuba falopi menyalurkan sel telur, dan fertilisasi umumnya terjadi di sepertiga bagian tuba; uterus menjadi tempat implantasi pada endometrium (Kelas XI hlm. 225–231).

Siklus menstruasi diatur hormon (hlm. 217, 228–229). FSH dari hipofisis anterior memicu pertumbuhan folikel yang melepas estrogen, dan estrogen menebalkan endometrium. Lonjakan LH sekitar hari ke-14 memicu ovulasi dan pembentukan korpus luteum. Korpus luteum melepas progesteron yang menjaga endometrium. Bila tidak terjadi kehamilan, korpus luteum mengalami degradasi, progesteron turun, dan endometrium luruh sebagai menstruasi.

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Analisis semen seorang pria (rekaan): jumlah sperma normal, tetapi kadar fruktosa sangat rendah dan banyak sperma bergerak lemah. Bagian yang paling mungkin terganggu adalah…

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Kadar progesteron dua perempuan (rekaan) diperiksa pada hari ke-21 siklus 28 hari. Perempuan A: progesteron tinggi dan terlihat korpus luteum di ovarium. Perempuan B: progesteron sangat rendah dan tidak ditemukan korpus luteum. Kesimpulan yang paling tepat untuk perempuan B adalah…

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Peradangan akibat infeksi gonore (kasus rekaan) menyumbat kedua tuba falopi seorang perempuan, sedangkan ovarium dan rahimnya normal dan ovulasi tetap terjadi. Akibat yang paling mungkin adalah…

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Lanjutkan ke

Tampilkan 1 lagi