Setelah pelajaran ini kamu bisa menggabungkan hitungan volume napas, jalur darah, pembentukan urin, dan keterkaitan antarsistem untuk menafsirkan hasil pemeriksaan seorang atlet.
±17 menit
4 latihan
Diperiksa 31 Okt 2026
Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya
Materi
Tim kesehatan SMA Cendekia (rekaan) memeriksa Raka, pelari berusia 17 tahun, sebelum dan sesudah lari 20 menit di siang yang terik. Hasilnya akan dipakai pelatih untuk memahami beban latihan, bukan untuk mendiagnosis penyakit. Kerjakan soal secara berurutan dengan konsep sirkulasi, respirasi, dan ekskresi dari tiga pelajaran sebelumnya.
Pemeriksaan
Istirahat
Setelah lari
Laju napas
15 kali/menit
36 kali/menit
Volume udara tiap napas
0,5 L
1,5 L
Denyut jantung
68 kali/menit
160 kali/menit
Urin dua jam setelah lari
—
Sedikit, kuning pekat; glukosa dan protein negatif
Hemoglobin
14,5 g/dL (rujukan 13–17)
—
Latihan
0/4 lulus
Misi akhir modul: luluskan minimal 4 dari 4 tugas. Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.
Latihan 1 dari 4
Berapa liter udara per menit yang keluar-masuk paru-paru Raka setelah lari?
Latihan 2 dari 4
Urutan yang dilalui oksigen sejak berdifusi dari alveolus sampai tiba di sel otot kaki Raka adalah…
Latihan 3 dari 4
Urin Raka dua jam setelah lari sedikit dan berwarna kuning pekat, tetapi uji glukosa dan proteinnya tetap negatif. Pernyataan yang paling didukung data adalah…
Latihan 4 dari 4
Laju napas dan denyut jantung Raka naik bersamaan saat berlari. Penjelasan yang menghubungkan kedua sistem itu adalah…