Lompat ke konten utama
←

Hitungan Untung Rugi Usaha

Pelajaran 2 dari 16

Biaya · Pelajaran 2

Harga pokok penjualan

Setelah pelajaran ini

Pengguna dapat menghitung harga pokok penjualan dari persediaan awal, pembelian, dan persediaan akhir, lalu menurunkan laba kotor dari angka itu.

±13 menitDiperiksa 2026-09-26

Harga pokok penjualan adalah biaya barang yang benar-benar laku di satu periode, bukan biaya seluruh barang yang dibeli. Toko yang membeli banyak di akhir bulan tidak otomatis mengeluarkan biaya sebesar itu: barang yang belum laku masih tersimpan sebagai persediaan dan baru dihitung ketika terjual.

Karena itu urutannya melewati persediaan. Persediaan awal ditambah pembelian menghasilkan barang tersedia untuk dijual; barang tersedia dikurangi persediaan akhir menghasilkan harga pokok penjualan. Cara ini yang dipakai OpenStax untuk usaha dagang dengan pencatatan berkala, dan ongkos angkut masuk ikut menempel pada pembelian karena biaya itu bagian dari mendatangkan barangnya.

Contoh langkah demi langkah sebuah toko kelontong. Langkah pertama, persediaan awal Rp12.400.000 ditambah pembelian Rp38.600.000 sama dengan barang tersedia Rp51.000.000. Langkah kedua, kurangi persediaan akhir yang dihitung saat opname, Rp9.900.000, sehingga harga pokok penjualan Rp41.100.000. Langkah ketiga, laba kotor adalah penjualan dikurangi harga pokok penjualan; dengan penjualan Rp56.000.000, laba kotornya Rp14.900.000.

12.400.000 + 38.600.000 = 51.000.000     (barang tersedia untuk dijual)
51.000.000 − 9.900.000 = 41.100.000      (harga pokok penjualan)
56.000.000 − 41.100.000 = 14.900.000     (laba kotor)

Persediaan akhir satu bulan menjadi persediaan awal bulan berikutnya, sehingga rangkaian ini bisa disambung terus tanpa menghitung ulang dari nol. Di lembar kerja, penjumlahan beberapa baris pembelian dikerjakan dengan SUM, sedangkan pengurangannya memakai tanda minus biasa.

Latihan 1 dari 3

Sebuah toko mencatat persediaan awal Rp15.000.000, pembelian sebulan Rp42.000.000, dan persediaan akhir hasil opname Rp11.500.000. Berapa rupiah harga pokok penjualannya?

Jawaban diperiksa di server. Latihan ini memastikan kamu memahami contohnya — bukan bukti seluruh pekerjaanmu sudah benar.

Latihan 2 dari 3

Toko yang sama mencatat penjualan Rp58.400.000 pada bulan itu, dengan harga pokok penjualan Rp45.500.000. Berapa rupiah laba kotornya?

Jawaban diperiksa di server. Latihan ini memastikan kamu memahami contohnya — bukan bukti seluruh pekerjaanmu sudah benar.

Latihan 3 dari 3

Sebuah kios membeli barang Rp30.000.000 dan membayar ongkos angkut masuk Rp1.200.000 untuk mendatangkannya. Persediaan awal Rp8.000.000 dan persediaan akhir Rp6.000.000. Berapa harga pokok penjualannya?

Pilih satu jawaban

Jawaban diperiksa di server. Latihan ini memastikan kamu memahami contohnya — bukan bukti seluruh pekerjaanmu sudah benar.

Catatanmu

Memuat catatan…

Catatan tamu tersimpan di browser ini saja. Masuk kalau ingin membacanya di perangkat lain. 0 dari 4.000 karakter.

Selesaikan latihannya dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke

Sumber

  1. 1. OpenStax — Principles of Accounting Vol. 1: Financial Accounting (2019), Bagian 10.2: Calculate the Cost of Goods Sold and Ending Inventory Using the Periodic Method — https://openstax.org/books/principles-financial-accounting/pages/10-2-calculate-the-cost-of-goods-sold-and-ending-inventory-using-the-periodic-method
  2. 2. OpenStax — Principles of Accounting Vol. 2: Managerial Accounting (2019), Bagian 2.1: Distinguish between Merchandising, Manufacturing, and Service Organizations — https://openstax.org/books/principles-managerial-accounting/pages/2-1-distinguish-between-merchandising-manufacturing-and-service-organizations
  3. 3. Microsoft Support — Fungsi SUM — https://support.microsoft.com/id-id/office/sum-fungsi-sum-043e1c7d-7726-4e80-8f32-07b23e057f89

Dicetak dari https://kelasgratis.com/belajar/hitungan-usaha/harga-pokok-penjualan · diperiksa 2026-09-26

Materi ini merujuk dokumentasi resmi (3 sumber). Daftar lengkapnya, beserta lisensinya, ada di halaman Sumber.