Marjin keamanan adalah jarak antara penjualan sekarang dan penjualan impas. Angka itu menjawab satu pertanyaan yang sangat sempit: berapa banyak penjualan boleh turun sebelum usaha menyentuh titik impas dan mulai rugi. Rumusnya penjualan sekarang dikurangi penjualan impas.
Karena rupiah saja sulit dibandingkan antar usaha berbeda ukuran, marjin keamanan juga ditulis sebagai persen: marjin keamanan rupiah dibagi penjualan sekarang. Bentuk persen inilah yang dipakai OpenStax untuk membaca seberapa jauh penjualan boleh menyusut sebelum jatuh ke titik impas.
Contoh langkah demi langkah. Penjualan sebulan Rp20.000.000 dan penjualan impas Rp15.000.000. Langkah pertama, marjin keamanan 20.000.000 − 15.000.000 = 5.000.000. Langkah kedua, persennya 5.000.000 ÷ 20.000.000 = 0,25 atau 25%. Artinya penjualan boleh turun seperempat sebelum labanya habis; penurunan lebih dari itu membuat labanya negatif.
20.000.000 − 15.000.000 = 5.000.000 (marjin keamanan rupiah)
5.000.000 ÷ 20.000.000 = 0,25 → 25% (marjin keamanan persen)Angkanya bisa negatif, dan negatif tetap bermakna. Penjualan Rp12.000.000 dengan impas Rp15.000.000 memberi marjin keamanan −Rp3.000.000, yang berarti penjualan masih kurang sebesar itu untuk sekadar menutup biaya. Angka negatif dibiarkan apa adanya supaya arah dan besar kekurangannya terbaca.