Markup dan marjin memakai pembilang yang sama dan penyebut yang berbeda. Pembilangnya satu: selisih antara harga jual dan modal. Markup membaginya dengan modal, marjin membaginya dengan harga jual. Karena harga jual selalu lebih besar daripada modal pada barang yang untung, marjin selalu keluar lebih kecil daripada markup untuk barang yang sama.
Penyebut harga jual itulah yang dipakai OpenStax di seluruh bab analisis biaya-volume-laba: rasio marjin kontribusi disebut sebagai persentase dari harga jual, dan rasio marjin kotor dihitung dengan membagi laba kotor dengan penjualan bersih. Semua angka marjin di kelas ini mengikuti penyebut itu.
Contoh langkah demi langkah. Sebuah kaus bermodal Rp40.000 dijual Rp50.000. Langkah pertama, selisihnya 50.000 − 40.000 = 10.000. Langkah kedua, markup 10.000 ÷ 40.000 = 0,25 atau 25%. Langkah ketiga, marjin 10.000 ÷ 50.000 = 0,20 atau 20%. Arah sebaliknya: untuk marjin 20% dari modal Rp40.000, harga jualnya 40.000 ÷ (1 − 0,20) = 50.000 — dibagi, bukan dikali.
(50.000 − 40.000) ÷ 40.000 = 0,25 → markup 25% terhadap modal
(50.000 − 40.000) ÷ 50.000 = 0,20 → marjin 20% terhadap harga jual
40.000 ÷ (1 − 0,20) = 50.000 → harga jual dari target marjinPerbedaan penyebut inilah yang memisahkan kelas ini dari kelas tetangganya, Matematika Uang. Kelas itu menghitung persen untung terhadap modal — yang di halaman ini bernama markup — beserta diskon, bunga, dan cicilan. Kelas ini memakai harga jual sebagai penyebut sepanjang empat modulnya dan tidak menyentuh bunga maupun diskon sama sekali.