Lompat ke konten utama

Kompetisi Ajak Teman: hadiah total Rp1.000.000 tunai untuk 3 pengajak terbanyak. Berakhir 29 November 2026. Ikut kompetisi

←

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dasar

Pelajaran 1 dari 16

Bahaya dan cara menemukannya

Bahaya dan risiko: dua hal yang berbeda

Setelah pelajaran ini kamu bisa membedakan bahaya (sumber cedera) dari risiko (kemungkinan dan keparahan cedera).

±14 menitDiperiksa 2 Okt 2026

Materi

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dimulai dari dua kata yang sering tertukar. Health and Safety Executive (HSE), regulator K3 Inggris, merumuskan bahaya sebagai apa pun yang dapat menyebabkan cedera atau sakit di tempat kerja, dan risiko sebagai seberapa mungkin seseorang celaka karena bahaya itu serta seberapa parah akibatnya. Panduan HSE tentang penyelidikan insiden (HSG245) menambahkan bahwa bahaya juga mencakup potensi merusak properti, mesin, produk, atau lingkungan.

Bahaya adalah benda, bahan, keadaan, atau cara kerja: minyak panas, tangga yang retak, bahan pembersih pekat, jadwal lembur yang tak berujung. Risiko adalah penilaian atas bahaya itu, sehingga selalu memuat dua unsur: peluang terjadinya dan beratnya akibat. Karena itu satu bahaya yang sama bisa berisiko rendah di satu tempat dan tinggi di tempat lain, tergantung siapa yang terpapar, berapa lama, dan pengendalian apa yang sudah ada.

Contoh di sebuah toko roti di Malang:

BahayaKejadian yang mungkinUnsur risiko yang dinilai
Loyang keluar oven bersuhu 200 °CTangan menyentuh loyangSeberapa sering loyang diangkat tanpa sarung tangan, dan seberapa dalam lukanya
Mesin pengaduk adonanLengan baju tertarik baling-balingApakah tutup pengaman ada, dan cedera seberat apa bila tertarik
Karung terigu 25 kgPunggung cedera saat mengangkatBerapa karung diangkat per hari, dan berapa lama pekerja bisa tidak masuk

Di Indonesia, kewajiban K3 di tempat kerja diatur antara lain oleh UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3; teks resminya ada di JDIH BPK (tautan di daftar sumber). Kelas ini tidak membahas isi pasalnya. Yang dipelajari adalah konsep yang dipakai di sistem K3 mana pun: menemukan bahaya, menilai risikonya, mengendalikannya, dan belajar dari insiden.

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Di gudang sembako di Medan ada tumpukan kardus minyak goreng setinggi 3 meter yang miring ke arah lorong. Mana yang merupakan BAHAYA?

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Dua dapur rumah makan memakai wajan minyak panas yang sama. Di dapur A hanya dua juru masak yang bekerja di ruang lega; di dapur B dua belas orang lalu-lalang di lorong sempit pada jam makan siang. Pernyataan mana yang sesuai dengan rumusan HSE?

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Mana yang merupakan pernyataan RISIKO, bukan sekadar menyebut bahaya?

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Luluskan semua latihan dulu untuk menandai pelajaran ini selesai.

Lanjutkan ke

Tampilkan 1 lagi