Materi
OSHA menyebut kegagalan mengenali bahaya sebagai salah satu akar cedera di tempat kerja, lalu merinci cara menemukannya. Pertama, kumpulkan informasi yang sudah ada: buku manual mesin, lembar data keselamatan (SDS) dari pemasok bahan kimia, laporan inspeksi sebelumnya, dan catatan cedera atau penyakit akibat kerja. Kedua, lakukan inspeksi berkala ke semua area dengan daftar periksa, ajak pekerja ikut, dan dokumentasikan temuan dengan foto supaya bisa diperiksa ulang setelah diperbaiki.
Cakupan inspeksi mencakup seluruh kegiatan, bukan hanya lantai produksi: gudang, perawatan mesin, pembelian, kantor, serta pekerjaan kontraktor dan pekerja sementara. OSHA dan HSE sama-sama meminta perhatian khusus pada pekerjaan nonrutin seperti perawatan, pembersihan, dan menyalakan kembali mesin setelah berhenti, serta keadaan darurat seperti kebakaran atau tumpahan bahan kimia. Insiden dan hampir celaka juga diselidiki karena keduanya menunjukkan letak bahaya.
Tidak semua temuan menunggu rencana. OSHA mencatat bahwa bahaya kerapian dan tersandung bisa langsung dibereskan saat ditemukan; menyingkirkan kabel yang melintang di lorong tidak perlu menunggu rapat bulanan.
| Sumber | Contoh di bengkel motor di Semarang |
|---|---|
| Dokumen | Manual kompresor, SDS cairan rem, catatan luka bakar knalpot tahun lalu |
| Inspeksi | Daftar periksa mingguan: dongkrak, selang angin, kabel gerinda |
| Nonrutin | Menguras tangki oli bekas tiap tiga bulan |
| Darurat | Bensin tumpah dekat mesin las |