Materi
Panduan APD OSHA menyatakan bahwa mengendalikan bahaya di sumbernya adalah cara terbaik melindungi pekerja. APD diberikan ketika pengendalian rekayasa, praktik kerja, dan administratif tidak layak atau tidak cukup melindungi. Artinya APD adalah lapis terakhir, bukan pengganti lapis di atasnya.
Memilih APD dimulai dari penilaian bahaya (hazard assessment): berkeliling tempat kerja dan mencatat bahaya dalam golongan jatuh, benturan, tusukan, tekanan atau terlindas, bahan kimia, panas atau dingin, debu berbahaya, radiasi cahaya, dan bahan biologi. Yang dicari antara lain sumber listrik, mesin bergerak, suhu tinggi, jenis bahan kimia, sumber debu, pengelasan, benda yang bisa jatuh, benda tajam, dan tepi tanpa pengaman. Dari daftar itu dipilih jenisnya: pelindung mata dan wajah, kepala, kaki, tangan, telinga, atau pernapasan.
OSHA juga menuntut pekerja dilatih memakai dan merawat APD, APD yang aus atau rusak diganti, dan ukuran serta kenyamanannya diperhatikan, karena APD yang pas lebih mungkin dipakai. Panduan pengendalian OSHA memberi contoh APD yang justru menimbulkan bahaya baru: pelindung telinga yang membuat pekerja tidak mendengar alarm mundur kendaraan.
| Bahaya dari penilaian di pabrik kaca di Mojokerto | APD |
|---|---|
| Pecahan kaca dari jalur potong | Sarung tangan tahan sayat dan kacamata pengaman |
| Lembaran kaca bisa jatuh ke kaki | Sepatu pengaman berujung baja |
| Tungku peleburan bersuhu tinggi | Pelindung wajah dan baju tahan panas |