Materi
HSE menyusun pengelolaan risiko K3 menjadi lima langkah: mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, mengendalikan risiko, mencatat temuan, dan meninjau pengendalian. Saat menilai risiko, HSE meminta jawaban atas beberapa pertanyaan: siapa yang bisa celaka dan bagaimana, apa yang sudah dilakukan untuk mengendalikannya, tindakan tambahan apa yang perlu, siapa yang mengerjakannya, dan kapan. Catatan memuat bahaya, siapa yang bisa celaka, dan pengendalian yang dipakai.
OSHA meminta setiap bahaya dinilai dari tiga sisi: keparahan akibat yang mungkin, kemungkinan kejadian atau paparan, dan jumlah pekerja yang terpapar. Hasilnya dipakai untuk menentukan urutan perbaikan. Banyak tempat kerja menuangkan dua sisi pertama ke skala angka. Kelas ini memakai skala contoh 1–5 di bawah; perusahaan menetapkan skalanya sendiri, dan yang penting skala itu ditulis supaya dua penilai memberi angka yang sama untuk keadaan yang sama.
| Nilai | Kemungkinan | Gambaran |
|---|---|---|
| 1 | Hampir tidak mungkin | Belum pernah terjadi di tempat sejenis |
| 2 | Jarang | Bisa terjadi, tetapi tidak dalam setahun ini |
| 3 | Mungkin | Bisa terjadi sekali dalam setahun |
| 4 | Cukup sering | Bisa terjadi beberapa kali dalam setahun |
| 5 | Hampir pasti | Bisa terjadi tiap bulan atau lebih sering |
| Nilai | Keparahan | Gambaran akibat pada orang |
|---|---|---|
| 1 | Ringan | Cukup pertolongan pertama, langsung kembali bekerja |
| 2 | Sedang | Perlu perawatan medis, kembali bekerja di hari yang sama |
| 3 | Berat | Cedera atau sakit yang membuat hari kerja hilang |
| 4 | Sangat berat | Cacat tetap |
| 5 | Fatal | Kematian atau beberapa korban luka berat sekaligus |
Contoh: di gudang pupuk di Karawang, pekerja menurunkan karung dari truk tanpa dok. Terkilir pernah terjadi dua kali tahun ini (kemungkinan 4, cukup sering) dan membuat pekerja libur tiga hari (keparahan 3, berat). Kedua angka itu menjadi bahan pelajaran berikutnya.
HSE meminta pengendalian ditinjau bila tidak lagi efektif, bila ada perubahan pekerja, proses, bahan, atau peralatan, dan bila terjadi kecelakaan atau hampir celaka. Hasil tinjauan dicatat kembali di penilaian risiko.