Materi
Matriks risiko menyilangkan skala kemungkinan dengan skala keparahan. Pada skala 1–5, setiap sel matriks berisi hasil kali keduanya, dari 1 sampai 25, lalu hasil kali itu dikelompokkan ke pita peringkat. Di lembar kerja, skor dihitung dengan perkalian sel, dan peringkat dengan IF bertingkat yang menguji ambang dari yang tertinggi ke terendah. Kelas ini memakai pita berikut:
| Skor (kemungkinan × keparahan) | Peringkat |
|---|---|
| 1–4 | Rendah |
| 5–9 | Sedang |
| 10–16 | Tinggi |
| 20–25 | Sangat tinggi |
Perhatikan bahwa hasil kali 17, 18, dan 19 tidak mungkin muncul pada skala 1–5, jadi pita Tinggi berakhir di 16 dan Sangat tinggi mulai di 20. IF bertingkat membaca syarat dari kiri: begitu satu syarat benar, hasilnya dipakai dan syarat berikutnya tidak diperiksa. Karena itu ambang tertinggi diuji lebih dulu. Contoh di pabrik tahu di Sumedang: tungku uap dengan kemungkinan 2 dan keparahan 5 menghasilkan skor 10, yaitu Tinggi; pisau pemotong tahu dengan kemungkinan 4 dan keparahan 2 menghasilkan 8, yaitu Sedang.
Skor = kemungkinan × keparahan
Peringkat = IF(skor ≥ 20, …, IF(skor ≥ 10, …, IF(skor ≥ 5, …, …)))Skor matriks hanyalah alat bantu urutan. OSHA juga meminta jumlah pekerja yang terpapar ikut dipertimbangkan, dan perkalian menyamakan bahaya yang sering tetapi ringan dengan bahaya yang jarang tetapi fatal.