Materi
HSG245 memakai istilah kejadian merugikan (adverse event) dengan tiga golongan. Kecelakaan (accident) adalah kejadian yang mengakibatkan cedera atau sakit. Hampir celaka (near miss) adalah kejadian yang tidak menimbulkan cedera tetapi berpotensi menimbulkannya. Keadaan tidak diinginkan (undesired circumstance) adalah kondisi yang berpotensi mencederai sebelum ada kejadian apa pun, misalnya perawat yang belum dilatih ditugasi mengangkat pasien berat. OSHA menyebut hampir celaka sebagai close call dan menganjurkan semua insiden diselidiki, termasuk yang tidak menimbulkan korban, karena dalam keadaan sedikit berbeda kejadian itu bisa melukai orang.
Laporan hanya datang bila pekerja merasa aman melapor. OSHA menyebut pekerja sebagai pihak yang paling tahu bahaya, keadaan tidak aman, dan hampir celaka di tempatnya. Karena itu tempat kerja perlu cara melapor yang mudah, tanggapan yang cepat, kabar balik kepada pelapor tentang tindakan yang diambil, dan jaminan bahwa tidak ada pembalasan terhadap pelapor.
OSHA membedakan dua jenis indikator. Indikator lagging melacak cedera dan paparan yang sudah terjadi: jumlah dan keparahan cedera, klaim kompensasi. Indikator leading melacak langkah pencegahan sebelum cedera terjadi: jumlah bahaya dan hampir celaka yang dilaporkan, waktu menanggapi laporan, jumlah pekerja yang selesai dilatih, dan ketepatan waktu tindakan perbaikan.
| Kejadian di pabrik sepatu di Tangerang | Golongan HSG245 |
|---|---|
| Lem tumpah, seorang pekerja terpeleset dan pergelangan tangannya retak | Kecelakaan |
| Gulungan kulit jatuh dari troli tepat setelah pekerja menjauh | Hampir celaka |
| Pintu darurat terkunci gembok sejak pagi | Keadaan tidak diinginkan |