Anggaran adalah angka rencana per pos; realisasi adalah angka dari catatan. Tiga kolom membandingkan keduanya. Sisa = anggaran − realisasi; angka negatif berarti pos itu terlampaui. Persentase terpakai = realisasi ÷ anggaran; 100% berarti tepat habis. Status memakai IF untuk memberi label yang bisa dihitung dengan COUNTIF. Sikapi Uangmu OJK menyebut rencana anggaran sebagai alat meraih tujuan keuangan dan menyarankan evaluasi berkala; tabel ini adalah bentuk evaluasinya.
Contoh anggaran belanja kantor kecil dengan pos di A2:A6, anggaran di C2:C6, realisasi di D2:D6, dan status di F2:F6:
=C2-D2
=D2/C2
=IF(D2>C2,"Lewat","Aman")
=COUNTIF(F2:F6,"Lewat")Persentase terpakai ditampilkan dengan format persen. Realisasi diisi dengan SUMIFS dari catatan, bukan diketik, supaya tabel ikut berubah saat transaksi baru masuk.
Baris total di bawah tabel menutup pemeriksaannya. Jumlah seluruh anggaran, jumlah seluruh realisasi, dan jumlah seluruh selisih dihitung dengan SUM; jumlah selisih harus sama dengan total realisasi dikurangi total anggaran, dan bila tidak sama berarti ada baris yang belum ikut terjumlah. Angka pelampauan bersih ini berbeda dari banyaknya pos yang lewat: pos hemat menutupi pos boros di baris total, sehingga anggaran bisa tampak aman secara keseluruhan padahal beberapa pos jebol. Kriteria COUNTIF juga bisa berupa perbandingan angka, ditulis sebagai teks seperti ">0", sehingga banyaknya pos yang lewat bisa dihitung langsung dari kolom selisih tanpa kolom status.