Sikapi Uangmu OJK membedakan cara menghitung bunga pinjaman. Bunga flat dihitung dari pokok awal setiap bulan: bunga per bulan = pokok × bunga tahunan ÷ 12, tetap sampai lunas, dan angsuran = pokok ÷ tenor + bunga per bulan. Bunga efektif dihitung dari sisa pokok, sehingga bunganya mengecil seiring pokok berkurang. Pada metode anuitas, bunga dihitung dari sisa pokok tetapi angsurannya dibuat sama setiap bulan: porsi bunga besar di awal, porsi pokok besar di akhir.
Angsuran anuitas dihitung dengan PMT(bunga_per_periode, banyak_periode, pokok). Bunga tahunan dibagi 12 karena periodenya bulanan. PMT menghasilkan angka negatif (uang keluar), jadi pokok diberi tanda minus supaya hasilnya positif. Contoh dari halaman OJK: kredit Rp15.000.000 selama 10 bulan dengan bunga 10% per tahun, pokok di C2, bunga di C3, tenor di C4:
=C2/C4+C2*C3/12 → flat: 1.625.000
=PMT(C3/12,C4,-C2) → anuitas: 1.569.605,71Dengan angka bunga tahunan yang sama, angsuran flat lebih besar karena bunganya selalu dihitung dari pokok awal.
Memanjangkan tenor pada bunga flat bekerja ke dua arah sekaligus. Porsi pokok per bulan mengecil karena pokok yang sama dibagi lebih banyak bulan, sehingga angsuran bulanannya turun. Porsi bunga per bulan tidak ikut turun sama sekali, karena dihitung dari pokok awal yang tidak berubah; ia hanya dibayar lebih sering. Total bunga = bunga per bulan × tenor, jadi menggandakan tenor menggandakan total bunga. Angsuran yang terasa ringan dan biaya meminjam yang membengkak adalah dua sisi dari keputusan yang sama, dan tabel tiga tenor berdampingan memperlihatkannya dalam satu layar.