Angsuran bulanan menjawab "sanggup atau tidak bulan ini"; total bunga menjawab "berapa harga meminjam". Total bayar = angsuran × banyak bulan, dan total bunga = total bayar − pokok. Untuk tenor dalam tahun, banyak bulan ditulis tahun × 12 di dalam rumus. CUMIPMT memberi hasil yang sama langsung dari argumen pinjaman. Rasio cicilan membandingkan seluruh cicilan bulanan dengan penghasilan bulanan. Sikapi Uangmu OJK (Artikel "Kenali Rasio Keuangan") memakai ukuran maksimal 30% dari penghasilan per bulan, termasuk cicilan yang sudah berjalan.
Contoh pinjaman renovasi Rp80.000.000, bunga efektif 8% per tahun, 5 tahun, dengan pokok di D1, bunga di D2, tahun di D3, penghasilan di D4, dan angsuran di D5:
=PMT(D2/12,D3*12,-D1)
=D5*D3*12-D1
=-CUMIPMT(D2/12,D3*12,D1,1,D3*12,0)
=IF(D5/D4<=30%,"Dalam batas","Melewati batas")Baris kedua dan ketiga menghasilkan total bunga yang sama; baris kedua lebih mudah diperiksa dengan tangan.
Ukuran 30% itu juga bisa dipakai maju, bukan hanya untuk menilai keadaan sekarang. Batas cicilan dalam Rupiah = penghasilan bulanan × 30%, dan ruang cicilan yang tersisa = batas itu dikurangi seluruh cicilan yang sedang berjalan. Angka ruang tersisa langsung menjawab berapa besar angsuran baru yang masih muat sebelum batas terlampaui, tanpa menghitung rasio berulang kali untuk setiap tawaran. Cicilan berjalan dijumlahkan seluruhnya dulu, termasuk yang tinggal beberapa bulan lagi, karena batas itu berlaku untuk beban bulan ini.