Keputusan membeli barang besar bisa diterjemahkan ke dua skenario yang dihitung dengan rumus yang sudah dipelajari. Skenario cicil: barang didapat sekarang, biayanya total bayar − harga tunai. Skenario tabung dulu: uang yang sama dengan angsuran disetor ke tabungan setiap bulan, barang dibeli tunai setelah saldo mencapai harga. Biayanya waktu tunggu, dan hasilnya bisa ada sisa uang karena bunga tabungan. Kedua skenario memakai setoran bulanan yang sama supaya perbandingannya adil.
Contoh laptop kerja Rp12.000.000: cicilan 12 bulan dengan bunga flat 10% per tahun, atau menabung dengan bunga 2% per tahun. Harga di B2, bunga flat di B3, tenor di B4, bunga tabungan di B5, angsuran di B7, dan lama menabung di B10:
=B2/B4+B2*B3/12
=B7*B4-B2
=ROUNDUP(NPER(B5/12,-B7,0,B2),0)
=FV(B5/12,B10,-B7)-B2Lembar ini tidak memilihkan skenario. Kebutuhan mendesak, risiko harga naik, dan keadaan lain tidak muncul di angka; yang disediakan adalah biaya tiap skenario dalam Rupiah dan bulan.
Skenario ketiga berada di antara keduanya: membayar sebagian di muka, lalu mencicil sisanya. Pada bunga flat, bunga dihitung dari pokok yang dicicil, jadi uang muka memotong pokok sekaligus memotong bunga dengan proporsi yang sama. Uang muka sebesar sepertiga harga memangkas biaya tambahan sepertiga juga. Total bayar dalam skenario ini dihitung sebagai uang muka ditambah angsuran dikali tenor, dan biaya tambahannya tetap total bayar dikurangi harga tunai, supaya ketiga skenario bisa disandingkan dengan ukuran yang sama.