Tabel angsuran memperlihatkan isi setiap angsuran anuitas. Tiap baris punya sisa pokok awal, bunga bulan itu = sisa pokok awal × bunga per bulan, porsi pokok = angsuran − bunga, dan sisa pokok akhir = sisa awal − porsi pokok. Sisa akhir satu baris menjadi sisa awal baris berikutnya. Tabel ini menunjukkan yang dijelaskan OJK: porsi bunga besar di awal dan mengecil setiap bulan. IPMT dan PPMT menghitung porsi bunga dan pokok untuk bulan tertentu, berguna untuk memeriksa satu baris tabel.
NPER(bunga_per_periode, angsuran, pokok) menjawab pertanyaan sebaliknya: bila sanggup membayar sejumlah tertentu per bulan, berapa bulan sampai lunas. Angsuran diberi tanda minus karena uang keluar. Hasilnya pecahan; dibulatkan ke atas karena bulan terakhir tetap harus dibayar. Contoh kredit alat usaha Rp10.000.000, bunga 9% per tahun, sanggup Rp1.200.000 per bulan, pokok di D1, bunga di D2, sanggup bayar di D3:
=IPMT(D2/12,1,12,-D1)
=PPMT(D2/12,1,12,-D1)
=ROUNDUP(NPER(D2/12,-D3,D1),0)