Materi
Jumlah kartu yang beredar menentukan banyaknya persediaan di lini. Panduan kanban Oracle Master Scheduling/MRP menjelaskan logikanya: setiap wadah kanban punya satu kartu; ketika satu wadah kosong, kartunya dikirim untuk diisi ulang sementara lini terus memakai wadah lain yang masih berisi. Rumus bawaannya:
(C − 1) × S = D × A × (L + SSD)
C = jumlah kartu kanban
S = isi satu kanban (unit per wadah)
D = rata-rata kebutuhan per hari
A = persentase alokasi ke lokasi ini
L = lead time mengisi ulang satu kanban (hari)
SSD = hari stok pengamanSisi kanan adalah kebutuhan selama menunggu isi ulang ditambah cadangan pengaman. Sisi kiri memakai C − 1 karena satu wadah sedang diisi ulang. Bila disusun untuk C, rumusnya menjadi C = D × A × (L + SSD) ÷ S + 1. Kartu tidak bisa pecahan, jadi soal kelas ini selalu membulatkan ke atas (ROUNDUP dengan 0 desimal). Oracle juga mencatat bahwa rumus ini paling cocok untuk kebutuhan yang stabil.
Contoh di pabrik kipas angin di Cikarang: D = 240 baling-baling per hari, A = 100%, L = 0,5 hari, SSD = 0,25 hari, S = 40. Hasilnya 240 × 0,75 ÷ 40 + 1 = 5,5, dibulatkan ke atas menjadi 6 kartu.