Materi
Kaizen berarti perbaikan terus-menerus. EPA menjelaskan filosofinya: perubahan kecil bertahap yang diterapkan rutin dan dipertahankan lama menghasilkan perbaikan besar. Acara kaizen melibatkan pekerja dari beberapa fungsi dan tingkat, menerapkan perbaikan dengan cepat (sering dalam 72 jam sejak acara dimulai), dan memilih solusi tanpa modal besar. EPA membaginya tiga fase.
| Fase (EPA) | Isinya |
|---|---|
| 1. Perencanaan dan persiapan | Memilih area sasaran (WIP menumpuk, hambatan, atau area berantakan), menetapkan masalah pemborosan yang spesifik, membentuk tim lintas fungsi |
| 2. Pelaksanaan | Memahami keadaan sekarang dengan lima mengapa dan peta aliran nilai, mengumpulkan data, menggali gagasan, mencobanya di lantai, menerapkan yang terpilih |
| 3. Tindak lanjut | Memantau ukuran kinerja, mengadakan acara lanjutan, dan memajang hasil di papan skor agar perbaikan bertahan |
Perbaikan butuh titik awal. Lean Enterprise Institute mengutip Taiichi Ohno: tidak ada kaizen tanpa standar. Kerja standar menetapkan prosedur tiap operator dari tiga unsur: takt time, urutan kerja yang tepat di dalam takt time, dan persediaan standar, termasuk unit di dalam mesin, yang dibutuhkan agar proses berjalan lancar. Setelah tim mencapai hasil terukur, standarnya diperbarui supaya hasil itu tidak hilang. Menghitung takt time dibahas di kelas Manajemen Operasi, dan siklus PDCA di kelas Pengendalian Mutu.
Contoh di pabrik tahu di Sumedang: fase 1 memilih masalah waktu ganti saringan yang 40 menit; fase 2 mengamati, menemukan saringan cadangan disimpan di gudang lain, lalu memindahkannya ke samping mesin; fase 3 mengukur ulang sebulan kemudian dan menulis cara baru di lembar kerja standar.