Materi
Abbas dan Goosheh §9.4 menjelaskan dua cara mengalirkan kerja. Sistem dorong mengejar utilisasi mesin dan pekerja setinggi mungkin, sehingga bahan dan barang setengah jadi terus didorong ke stasiun berikutnya; akibatnya persediaan tinggi, lead time panjang, dan lembur. Dalam sistem tarik, kerja mengalir ke sebuah stasiun hanya ketika stasiun itu membutuhkannya; bila stasiun hilir masih penuh, stasiun hulu berhenti sampai ada sinyal. Bab yang sama mencatat bahwa persediaan berlebih menutupi masalah seperti mesin buruk dan pergantian yang lama, sehingga persediaan diturunkan bertahap untuk memunculkannya.
Sinyal tarik itu kanban. EPA menyebutnya kartu, wadah berlabel, pesanan komputer, atau alat lain yang menandakan produk atau komponen dibutuhkan dari langkah sebelumnya. Jenisnya: kanban pemasok (pesanan ke pemasok luar), kanban dalam pabrik (antarproses di satu pabrik), dan kanban produksi (instruksi kerja di dalam satu lini). Tiga aturannya: proses hulu hanya membuat yang sudah diambil, sesuai urutan dan jumlah di kanban; hanya produk tanpa cacat yang diteruskan; dan jumlah kanban dikurangi dari waktu ke waktu untuk memunculkan hal yang perlu diperbaiki.
| Kejadian di pabrik roti di Bogor | Sistem |
|---|---|
| Bagian adonan membuat 2.000 roti sesuai ramalan pagi, walau rak pendingin sudah penuh | Dorong |
| Bagian adonan membuat satu loyang baru setiap kali bagian panggang mengembalikan satu kartu | Tarik |