Materi
EPA menyebut 5S sebagai sistem untuk mengurangi pemborosan dan menaikkan produktivitas lewat tempat kerja yang tertata dan penanda visual, dan sering menjadi metode lean pertama yang diterapkan. Kelima pilarnya berurutan: Sort (seiri), Set in Order (seiton), Shine (seiso), Standardize (seiketsu), dan Sustain (shitsuke). Urutannya bukan hiasan. EPA menulis bahwa Set in Order baru bisa dijalankan setelah Sort mengosongkan area dari barang yang tidak dibutuhkan, Shine menyusul setelah tumpukan disingkirkan, dan Standardize adalah cara mempertahankan tiga pilar pertama.
| Langkah | Isinya (EPA) | Contoh di bengkel motor di Semarang |
|---|---|---|
| Sort (seiri) — memilah | Menyingkirkan barang yang tidak dibutuhkan untuk produksi saat ini | Kunci rusak dan oli kedaluwarsa dikeluarkan dari meja kerja |
| Set in Order (seiton) — menata | Menyimpan dan memberi label supaya mudah dipakai, ditemukan, dan dikembalikan | Garis cat di lantai untuk dongkrak, label di tiap laci |
| Shine (seiso) — membersihkan | Membersihkan menyeluruh lalu harian; kerusakan mesin jadi terlihat | Kompresor dilap, rembesan oli langsung tampak |
| Standardize (seiketsu) — membakukan | Menetapkan tanggung jawab 5S, memasukkannya ke tugas harian, dan memeriksanya | Daftar periksa dan jadwal piket di dinding |
| Sustain (shitsuke) — membiasakan | Menjadikan cara yang benar kebiasaan; pilar tersulit | Kunjungan atasan dan papan skor mingguan |
Terjemahan nama 5S berbeda antarsumber dan antarperusahaan. Glosarium Kent State University, misalnya, menulis langkah kedua sebagai store. Kelas ini memakai nama dari halaman EPA beserta istilah Jepangnya, dan soal selalu menyebut nama itu, bukan menanyakan terjemahannya.