Materi
ROAS, pengembalian atas belanja iklan, sudah diperkenalkan di kelas Dasar Pemasaran sebagai pendapatan dibagi belanja iklan. Google Ads menyebut padanannya nilai konversi per biaya: nilai konversi dibagi biaya. Hasilnya kelipatan; ROAS 4 berarti tiap rupiah iklan menghasilkan empat rupiah pendapatan.
ROI, pengembalian investasi, mengukur laba, bukan pendapatan. Halaman ROI Google Ads merumuskannya sebagai pendapatan dari iklan dikurangi biaya keseluruhan, lalu dibagi biaya keseluruhan. Contoh di halaman itu memperlihatkan isi biaya keseluruhan: harga pokok barang yang terjual ditambah biaya iklannya. Barang seharga 100 dolar dijual 200 dolar sebanyak enam buah dengan biaya iklan 200 dolar memberi ROI (1.200 − 800) ÷ 800 = 50%.
ROAS = nilai konversi ÷ biaya iklan
ROI = (pendapatan − biaya keseluruhan) ÷ biaya keseluruhan
biaya keseluruhan = harga pokok penjualan + biaya iklanContoh: sebuah toko kue kering meraup pendapatan Rp12.000.000 dari kampanye yang biaya iklannya Rp2.000.000, sedangkan harga pokok kue yang terjual Rp6.000.000. ROAS-nya 12 ÷ 2 = 6. Biaya keseluruhannya Rp8.000.000, jadi ROI-nya (12 − 8) ÷ 8 = 0,5 atau 50%. ROAS 6 itu tidak berarti untung enam kali lipat.
Karena ROAS tidak mengurangkan harga pokok, kampanye dengan ROAS di atas 1 masih bisa rugi. Makin besar porsi harga pokok dalam harga jual, makin tinggi ROAS yang dibutuhkan sebelum ROI-nya positif.