Lompat ke konten utama
←

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pelajaran 10 dari 16

Bhinneka Tunggal Ika: makna, gotong royong, dan harmoni

Bhinneka Tunggal Ika: asal-usul, makna, dan gotong royong

Setelah pelajaran ini kamu bisa menjelaskan asal-usul dan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika beserta dua unsurnya, serta menggolongkan bentuk gotong royong sebagai modal sosial.

  • ±14 menit
  • 3 latihan
  • Diperiksa 31 Okt 2026

Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya

Materi

Buku Pendidikan Pancasila Kelas X menelusuri semboyan Bhinneka Tunggal Ika ke Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, pujangga Majapahit pada masa Raja Hayam Wuruk. Kata-katanya berasal dari bahasa Jawa Kuno: bhinneka berarti berbeda atau beragam, tunggal berarti satu, ika berarti itu. Dalam kakawin itu, kalimat tersebut menyatakan kesatuan dan toleransi antara penganut Buddha dan Hindu. Kini semboyan itu tertulis pada pita yang dicengkeram Garuda Pancasila, dan Pasal 36A berbunyi “Lambang negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.”

Secara kontekstual, semboyan ini memuat dua unsur. Keberagaman adalah kenyataan masyarakat Indonesia: beragam ras, suku, budaya, adat istiadat, bahasa, dan agama. Kesatuan adalah cita-cita dan tujuan berbangsa, yang dicapai lewat persatuan, kerja sama, gotong royong, dan saling menghormati.

Gotong royong menjadi modal sosial yang merekatkan masyarakat majemuk. Buku yang sama mengutip Koentjaraningrat: gotong royong tolong-menolong bersifat individual, seperti membantu tetangga membangun rumah atau menyiapkan hajatan, sedangkan gotong royong kerja bakti dilakukan untuk kepentingan umum, seperti memperbaiki jalan desa. Dalam ekonomi, Pasal 33 ayat (1) menyatakan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Kegiatan (karangan)Jenis gotong royong menurut Koentjaraningrat
Tetangga membantu keluarga yang berduka menyiapkan upacara pemakamanTolong-menolong
Warga satu RW membersihkan saluran air kampungKerja bakti
Warga memperbaiki jalan desa yang rusakKerja bakti

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Menjelang hajatan pernikahan anak Bu Sri di Desa Wonorejo, para tetangga datang memasang tenda dan memasak hidangan untuk keluarga itu. Menurut pembagian Koentjaraningrat yang dikutip buku Kelas X, kegiatan itu tergolong gotong royong …

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Pada upacara Hari Sumpah Pemuda di SMA Nusantara Jaya, siswa mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, lalu bersama-sama mengikrarkan tekad menjaga persatuan sebagai satu bangsa. Bagian kegiatan yang mewakili unsur kesatuan dalam makna kontekstual Bhinneka Tunggal Ika adalah …

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Para petani kopi di Desa Puncak Sari mengumpulkan modal bersama untuk membeli mesin pengolah, memakainya bergiliran, dan mengambil keputusan dalam rapat anggota. Ketentuan UUD NRI Tahun 1945 yang paling sejalan dengan praktik itu adalah …

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Lanjutkan ke

Tampilkan 1 lagi