Lompat ke konten utama
←

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pelajaran 1 dari 16

Pancasila: perumusan, kedudukan, dan makna sila

Perumusan Pancasila: dari sidang BPUPK sampai pengesahan PPKI

Setelah pelajaran ini kamu bisa mengurutkan tahap perumusan Pancasila, mengaitkan tiap tahap dengan badan dan hasilnya, serta menjelaskan perubahan rumusan sila pertama pada 18 Agustus 1945.

  • ±14 menit
  • 3 latihan
  • Diperiksa 31 Okt 2026

Pelajaran pertama bisa dicoba tanpa akun. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya dan membuka pelajaran berikutnya

Materi

Buku Pendidikan Pancasila Kelas X menguraikan kelahiran Pancasila secara bertahap. Sidang pertama BPUPK, 29 Mei–1 Juni 1945, dibuka dengan pertanyaan ketuanya, dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat: apa dasar negara Indonesia yang akan dibentuk? Banyak anggota berpidato, tetapi sebagian besar membahas bentuk negara dan cara menjalankan pemerintahan. Pada 1 Juni 1945 Sukarno menjawab pertanyaan itu secara utuh dengan lima dasar: kebangsaan, internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan. Ia menamainya Pancasila, dari panca (lima) dan sila (dasar).

Usul itu diterima, dan ketua BPUPK membentuk Panitia Delapan untuk merumuskannya. Sukarno kemudian membentuk Panitia Sembilan, yang pada 22 Juni 1945 menyepakati rancangan pembukaan undang-undang dasar; Mohammad Yamin menamainya Piagam Jakarta. Sila pertamanya berbunyi “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Rancangan itu dibahas dalam sidang kedua BPUPK, 10–17 Juli 1945.

Pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi, PPKI mengesahkan undang-undang dasar yang memuat Pancasila di Pembukaannya. Sebelum sidang, Mohammad Hatta mengajak tokoh-tokoh Islam berunding karena pemeluk agama lain di Indonesia bagian timur merasa didiskriminasi oleh rumusan sila pertama. Disepakati rumusan “Ketuhanan Yang Maha Esa”; buku Kelas X mencatat para tokoh Islam mendahulukan persatuan bangsa.

WaktuBadan atau peristiwaHasil
29 Mei–1 Juni 1945Sidang pertama BPUPKGagasan dasar negara; pidato Sukarno 1 Juni
22 Juni 1945Panitia SembilanPiagam Jakarta (rancangan pembukaan)
10–17 Juli 1945Sidang kedua BPUPKRancangan pembukaan dan batang tubuh disepakati
18 Agustus 1945Sidang PPKIUUD disahkan; Pancasila sah sebagai dasar negara

Latihan

0/3 lulus

Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.

Latihan 1 dari 3

Damar menyusun garis waktu kelahiran Pancasila untuk majalah dinding SMA Tunas Bangsa. Ia menuliskan empat peristiwa secara acak: (1) PPKI mengesahkan undang-undang dasar; (2) Sukarno berpidato tentang lima dasar negara; (3) Panitia Sembilan menyepakati Piagam Jakarta; (4) sidang kedua BPUPK membahas rancangan pembukaan dan batang tubuh undang-undang dasar. Urutan yang tepat adalah …

Pilih satu jawaban

Latihan 2 dari 3

Dalam sidang pertama BPUPK, 29 Mei–1 Juni 1945, banyak anggota berpidato. Buku Pendidikan Pancasila Kelas X mencatat pidato Sukarno pada 1 Juni 1945 sebagai jawaban atas pertanyaan ketua BPUPK karena …

Pilih satu jawaban

Latihan 3 dari 3

Rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta berbeda dari rumusan dalam undang-undang dasar yang disahkan PPKI. Menurut buku Pendidikan Pancasila Kelas X, alasan perubahan itu dan sikap para tokoh Islam adalah …

Pilih satu jawaban

Catatanmu

Memuat catatan…

tersimpan otomatis, ikut tercetak · 0/4.000

Lanjutkan ke

Tampilkan 1 lagi