Materi
Bab 6 berangkat dari klaim bahwa emosi tidak lahir langsung dari kejadian, tetapi dari cerita: tafsiran kita tentang mengapa orang berbuat begitu. Urutannya disebut jalur menuju tindakan: kita melihat dan mendengar, menyusun cerita tentangnya, merasakan emosi yang sesuai, lalu bertindak. Cerita yang kita susun bisa kita susun ulang.
Bab itu menyebut tiga cerita licik pembenar diam atau kekerasan. Cerita korban: aku sama sekali tidak bersalah. Cerita penjahat: orang lain bertindak karena niat atau watak buruk. Cerita tak berdaya: tidak ada lagi yang bisa kulakukan. Untuk keluar, telusuri jalurnya mundur: perhatikan tindakanmu, kenali perasaanmu, periksa ceritamu, lalu kembali ke fakta, yaitu hal yang bisa dilihat atau didengar siapa pun. Bab itu juga bertanya: mengapa orang yang wajar, rasional, dan baik melakukan ini?
Communication in the Real World Bagian 2.2 punya nama untuk dua cerita pertama: kekeliruan atribusi mendasar, yaitu menjelaskan perilaku orang lain dengan wataknya, bukan situasinya (cerita penjahat), dan bias melayani diri, yaitu mengaitkan kegagalan sendiri dengan sebab di luar kendali (cerita korban). Bagian 3.3 membedakan fakta, yang berasal dari pengamatan langsung, dari inferensi yang tidak diamati.