Materi
Bab 7 memakai jalur menuju tindakan sebagai urutan bicara. Lima keterampilannya membentuk akronim STATE. Tiga yang pertama menyangkut apa yang disampaikan: mulai dari fakta; lalu ceritakan kesimpulan yang mulai kamu tarik dari fakta itu; lalu minta pihak lain menyampaikan fakta dan cerita mereka. Dua yang terakhir menyangkut caranya: sampaikan cerita sebagai cerita, bukan kebenaran mutlak, dan buat aman bagi orang lain untuk membantah, misalnya dengan bertanya apakah mereka melihatnya berbeda.
Bab itu memberi alasan fakta didahulukan: fakta paling sedikit memancing perdebatan, paling meyakinkan, dan paling tidak menyinggung. Cerita tetap disampaikan, karena fakta saja tidak menjelaskan mengapa kamu khawatir. Bicara tentatif juga punya batas: penulisnya meminta tentatif, bukan lembek, sehingga kesimpulan penting tidak disamarkan sampai hilang.
Contoh: kepala tata usaha sebuah sekolah di Malang berkata kepada bendahara, "Tiga bulan terakhir, laporan kas sampai ke saya setelah tanggal 10, padahal jadwalnya tanggal 5. Saya mulai berpikir jadwal itu mungkin terlalu sempit untukmu. Bagaimana kamu melihatnya? Kalau saya keliru, tolong koreksi."
Communication in the Real World Bagian 3.3 membedakan fakta, inferensi, dan penilaian, dan menyarankan bahasa "saya" untuk menandai pikiran sebagai milik sendiri. Bagian 2.4 menyarankan memeriksa persepsi lewat orang lain, karena kenyataan tidak selalu seperti yang tampak.