Contekan · 15 lembar · 508 baris
Rumus, pintasan, dan perintah yang paling sering dipakai
Tiap baris menaut ke pelajaran yang melatihnya. Buka satu lembar untuk mencetaknya dan menempelnya di samping layar.
38 baris · “Latih” membuka latihannya
Satuan dan gerak lurus
km/jam ÷ 3,6 = m/sKarena 1 km = 1.000 m dan 1 jam = 3.600 s, angka km/jam cukup dibagi 3,6.72 km/jam ÷ 3,6 = 20 m/s
Latih: Besaran, satuan SI, dan awalanv = Δx ÷ ΔtKecepatan rata-rata memakai perpindahan; kelajuan rata-rata memakai jarak tempuh.300 m ke timur lalu 100 m ke barat dalam 200 s: kelajuan 2 m/s, kecepatan 1 m/s
Latih: Kelajuan, kecepatan, dan gerak lurus beraturanx = x₀ + v × tGerak lurus beraturan: kecepatannya tetap, perpindahannya sebanding dengan waktu.25 m/s × 120 s = 3.000 m
Latih: Kelajuan, kecepatan, dan gerak lurus beraturana = (v − v₀) ÷ tPercepatan rata-rata dalam m/s²; tanda negatif berarti benda melambat.(20 − 5) ÷ 5 = 3 m/s²
Latih: Percepatan dan gerak lurus berubah beraturanv = v₀ + a × tKecepatan setelah t sekon pada gerak lurus berubah beraturan.
Latih: Percepatan dan gerak lurus berubah beraturanx = v₀ × t + ½ × a × t²Perpindahan pada GLBB bila waktunya diketahui.5 × 5 + ½ × 3 × 5² = 62,5 m
Latih: Percepatan dan gerak lurus berubah beraturanv² = v₀² + 2 × a × xPersamaan GLBB tanpa waktu, dipakai untuk jarak pengereman dengan a bertanda negatif.20 m/s direm 4 m/s² sampai berhenti: x = 400 ÷ 8 = 50 m
Latih: Percepatan dan gerak lurus berubah beraturanv = g × t · h = ½ × g × t²Jatuh bebas dari diam dengan g = 9,8 m/s²; massa benda tidak ikut menentukan.3 s: v = 29,4 m/s, h = 44,1 m
Latih: Jatuh bebas dan lemparan vertikalGerak parabola dan gerak melingkar
t = √(2h ÷ g) · x = v₀ × tLemparan mendatar: waktu jatuhnya sama dengan jatuh bebas, kecepatan mendatar hanya menentukan jarak mendaratnya.h = 1,225 m, v₀ = 2 m/s: t = 0,5 s, x = 1 m
Latih: Gerak parabola: dua gerak yang berjalan bersamaanR = v₀² × sin 2θ ÷ gJangkauan lemparan miring di tanah datar; terjauh pada 45°, dan sudut 30° serta 60° memberi jangkauan sama.
Latih: Lemparan miring: tinggi maksimum dan jangkauana = v² ÷ r · F = m × v² ÷ rPercepatan dan gaya sentripetal, selalu mengarah ke pusat lingkaran; v = ω × r dan ω = 2π ÷ T.200 kg, 10 m/s, r = 40 m: F = 500 N
Latih: Gerak melingkar beraturan dan gaya sentripetalGaya, usaha, energi, dan momentum
w = m × gBerat adalah gaya, bersatuan newton; massa 1 kg beratnya 9,8 N.
Latih: Hukum Newton: gaya, massa, berat, dan gesekanf = μk × NGaya gesek kinetik; di lantai datar tanpa gaya tegak lain, N sama dengan berat benda.
Latih: Hukum Newton: gaya, massa, berat, dan gesekanW = F × d × cos θUsaha dalam joule; nol bila gaya tegak lurus perpindahan.80 N searah perpindahan 5 m = 400 J
Latih: Usaha dan dayaEK = ½ × m × v²Energi kinetik; kelajuan dua kali berarti energi empat kali.
Latih: Energi kinetik, energi potensial, dan kekekalan energiEP = m × g × hEnergi potensial gravitasi terhadap ketinggian acuan. Tanpa gesekan, EK + EP tetap, sehingga v = √(2 × g × h).
Latih: Energi kinetik, energi potensial, dan kekekalan energip = m × v · F × Δt = ΔpMomentum dan impuls; arah pada gerak satu dimensi dinyatakan dengan tanda.
Latih: Momentum dan tumbukanv′ = (m₁v₁ + m₂v₂) ÷ (m₁ + m₂)Kecepatan bersama setelah tumbukan menempel: momentum kekal, energi kinetik tidak.2.000 kg × 3 m/s menabrak 1.000 kg diam: v′ = 2 m/s
Latih: Momentum dan tumbukanFluida dan kalor
P = F ÷ ATekanan dalam pascal, 1 Pa = 1 N/m²; ubah luas dari cm² ke m² lebih dulu.
Latih: Tekanan, tekanan hidrostatis, dan hukum ArchimedesP = ρ × g × hTekanan hidrostatis hanya bergantung pada kedalaman dan jenis fluidanya, bukan bentuk wadah.dasar kolam 2 m: 2 × 1.000 × 9,8 = 19.600 Pa
Latih: Tekanan, tekanan hidrostatis, dan hukum ArchimedesF apung = ρ fluida × V tercelup × gHukum Archimedes: gaya apung sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
Latih: Tekanan, tekanan hidrostatis, dan hukum ArchimedesA₁ × v₁ = A₂ × v₂Persamaan kontinuitas: debit Q = A × v sama di setiap penampang, jadi air lebih cepat di bagian sempit.
Latih: Fluida mengalir: debit, kontinuitas, dan BernoulliQ = m × c × ΔTKalor untuk mengubah suhu; kalor jenis air 4.186 J/(kg·°C).
Latih: Kalor jenis dan perubahan wujudQ = m × LKalor perubahan wujud; selama es mencair atau air mendidih suhunya tidak naik.kalor lebur es 334 kJ/kg
Latih: Kalor jenis dan perubahan wujudΔL = α × L₀ × ΔTPemuaian panjang; α baja 12 × 10⁻⁶ /°C. Kenaikan 1 °C sama dengan kenaikan 1 K.
Latih: Pemuaian termal dan skala kelvinη Carnot = 1 − Tc ÷ ThBatas efisiensi mesin kalor; kedua suhu dalam kelvin, T = t + 273,15.
Latih: Hukum I termodinamika dan efisiensi mesin kalorGetaran, gelombang, dan bunyi
T = 2π × √(L ÷ g)Periode bandul sederhana bersudut kecil; massa beban tidak ikut menentukan. Untuk pegas: T = 2π × √(m ÷ k).
Latih: Getaran: pegas dan bandul sederhanav = f × λCepat rambat gelombang; saat pindah medium, frekuensinya tetap dan panjang gelombangnya berubah.radio 50 MHz: λ = 3 × 10⁸ ÷ (5 × 10⁷) = 6 m
Latih: Gelombang: frekuensi, panjang gelombang, dan cepat rambatβ = 10 × log(I ÷ I₀)Taraf intensitas dalam desibel dengan I₀ = 10⁻¹² W/m²; naik 10 dB berarti intensitas sepuluh kali.
Latih: Bunyi: gema, intensitas, dan taraf intensitas dalam desibelListrik
V = I × RHukum Ohm; ubah mA ke A lebih dulu, 50 mA = 0,05 A.12 V ÷ 0,5 A = 24 Ω
Latih: Arus, tegangan, hambatan, dan hukum OhmRs = R₁ + R₂ · 1/Rp = 1/R₁ + 1/R₂Hambatan pengganti seri dan paralel; hambatan paralel selalu lebih kecil dari hambatan terkecilnya.6 Ω dan 3 Ω: seri 9 Ω, paralel 2 Ω
Latih: Rangkaian seri, rangkaian paralel, daya listrik, dan kWhP = V × IDaya listrik dalam watt; bentuk lainnya I² × R dan V² ÷ R.
Latih: Rangkaian seri, rangkaian paralel, daya listrik, dan kWhkWh = kW × jamEnergi pada tagihan listrik; ubah watt ke kilowatt dulu. 1 kWh = 3.600.000 J.400 W, 2 jam sehari, 30 hari: 0,4 × 60 = 24 kWh
Latih: Rangkaian seri, rangkaian paralel, daya listrik, dan kWhOptik
n₁ × sin θ₁ = n₂ × sin θ₂Hukum Snellius dengan sudut diukur dari garis normal; indeks bias n = c ÷ v.
Latih: Pembiasan, indeks bias, dan hukum Snellius1/f = 1/dₒ + 1/dᵢPersamaan cermin dan lensa tipis; perbesarannya m = −dᵢ ÷ dₒ, dan m negatif berarti bayangan terbalik.cermin cekung f = 15 cm, benda 20 cm: dᵢ = 60 cm, m = −3
Latih: Pemantulan dan cermin lengkungP = 1 ÷ fDaya lensa dalam dioptri dengan f dalam meter; kacamata minus adalah lensa cekung untuk rabun jauh.f = −50 cm → P = −2 D
Latih: Lensa tipis: bayangan, perbesaran, dan daya lensa