Contekan · 15 lembar · 508 baris
Rumus, pintasan, dan perintah yang paling sering dipakai
Tiap baris menaut ke pelajaran yang melatihnya. Buka satu lembar untuk mencetaknya dan menempelnya di samping layar.
46 baris · “Latih” membuka latihannya
Biaya dan harga pokok
Biaya tetap vs biaya variabelBiaya tetap tidak berubah saat jumlah produksi berubah; biaya variabel bergerak sebanding dengannya. Biaya campuran punya kedua bagian sekaligus.Sewa kios tetap; bahan baku variabel; listrik dengan abonemen adalah campuran.
Latih: Biaya tetap, biaya variabel, dan biaya campuranHPP = persediaan awal + pembelian − persediaan akhirHarga pokok penjualan untuk usaha dagang. Yang dihitung barang yang benar-benar terjual, bukan yang dibeli.
Latih: Harga pokok penjualanBiaya per unit = (biaya tetap ÷ jumlah unit) + biaya variabel per unitBagian tetapnya mengecil saat volume naik; bagian variabelnya tidak. Itu sebabnya biaya per unit turun, bukan karena bahannya jadi murah.
Latih: Biaya per unit dan kenapa turun saat volume naikMarjin dan titik impas
Markup = (jual − modal) ÷ modal · Marjin = (jual − modal) ÷ jualSelisihnya sama, penyebutnya berbeda. Markup dibagi modal, marjin dibagi harga jual, sehingga marjin selalu lebih kecil dari markup pada barang yang sama.Modal 60.000, jual 100.000 → markup 66,7%, marjin 40%.
Latih: Markup dan marjin: penyebutnya berbedaHarga impas = (modal + kemasan) ÷ (1 − persen biaya platform)Biaya platform marketplace dipotong dari harga jual, jadi persennya tidak ditambahkan ke modal. Untuk target marjin m terhadap harga jual, pembaginya menjadi (1 − persen biaya platform − m).Modal 18.000 + kemasan 2.000, biaya platform 10% → harga impas 20.000 ÷ 0,9 = Rp22.222.
Latih: Harga jual dari modal, kemasan, dan biaya platformMarjin kontribusi per unit = harga jual − biaya variabel per unitSisa tiap unit untuk menutup biaya tetap. Rasionya dibagi harga jual, bukan modal.
Latih: Marjin kontribusi per unit dan rasionyaBEP unit = biaya tetap ÷ marjin kontribusi per unitBerapa unit harus terjual sebelum usaha berhenti rugi. Dibagi marjin kontribusi, bukan harga jual.
Latih: Titik impas dalam unit dan dalam rupiahBEP dengan target laba = (biaya tetap + laba yang diinginkan) ÷ marjin kontribusi per unitTarget labanya diperlakukan seperti biaya tetap tambahan.
Latih: Titik impas dengan target labaMarjin keamanan = penjualan − penjualan impasSeberapa jauh penjualan boleh turun sebelum menyentuh titik impas; dinyatakan dalam rupiah atau persen terhadap penjualan.
Latih: Marjin keamananROI = laba ÷ modal yang ditanam · Masa balik modal = modal awal ÷ arus kas bersih per periodeMasa balik modal mengabaikan nilai waktu uang, jadi dua tawaran dengan masa balik sama belum tentu setara.
Latih: ROI dan masa balik modalAngka pemasaran
Tingkat konversi = jumlah konversi ÷ jumlah pengunjung × 100Bagian pengunjung yang melakukan tindakan yang diinginkan.
Latih: Metrik kampanye yang bisa dihitungBiaya per akuisisi = belanja kampanye ÷ jumlah konversiRupiah yang dikeluarkan untuk satu konversi. Pembaginya konversi, bukan klik.
Latih: Metrik kampanye yang bisa dihitungROAS = pendapatan ÷ belanja iklanMemakai pendapatan, bukan laba — sehingga modal barangnya belum dikurangkan dan ROAS 3 belum tentu untung.
Latih: Metrik kampanye yang bisa dihitungEngagement rate per jangkauan = interaksi ÷ jangkauan × 100Interaksi (suka, komentar, bagikan, simpan) dibagi jumlah akun yang melihat unggahan. ER yang dibagi tayangan memakai penyebut lain, jadi keduanya tidak boleh dibandingkan.600 interaksi dari jangkauan 8.000 akun → ER 7,5%.
Latih: Jangkauan, engagement rate, CTR, dan pertumbuhan pengikutNilai pesanan rata-rata = omzet ÷ jumlah pesananDua siaran atau kampanye beromzet sama bisa berasal dari banyak pesanan kecil atau dari sedikit pesanan besar.
Latih: Omzet per jam dan nilai pesanan rata-rataPangsa pasar = penjualan kita ÷ penjualan seluruh kategoriPenjualan naik belum tentu pangsa naik: kalau pasarnya tumbuh lebih cepat, pangsanya justru turun.
Latih: Pasar sasaran dan pangsa pasarEkonomi
Biaya peluang = nilai alternatif terbaik yang dilepasBukan jumlah semua pilihan yang tidak diambil, hanya yang terbaik di antaranya.
Latih: Biaya peluang dan cara menghitungnyaKeseimbangan pasar: Qd = QsSamakan kedua persamaan untuk mendapat harga keseimbangan, lalu masukkan kembali untuk mendapat jumlahnya.
Latih: Menghitung keseimbangan pasar dari dua persamaanElastisitas metode titik tengah = (ΔQ ÷ rata-rata Q) ÷ (ΔP ÷ rata-rata P)Memakai rata-rata sebagai penyebut, sehingga hasilnya sama walau arah perubahan harganya dibalik.
Latih: Elastisitas harga permintaan dengan metode titik tengahLaju inflasi = (indeks baru − indeks lama) ÷ indeks lama × 100Selisih dua angka indeks bukan laju inflasi; selisih itu harus dibagi indeks lamanya dulu.
Latih: Indeks harga dan laju inflasi dari keranjang barangPDB = C + I + G + (X − M)Konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor dikurangi impor. Pembayaran alih tidak masuk.
Latih: PDB dan komponen sisi permintaannyaAkuntansi dan manajemen
Harta = utang + modalPersamaan akuntansi. Tiap transaksi menjaga kedua ruas tetap sama besar.
Latih: Persamaan akuntansiSaldo normal: harta dan beban di debit; utang, modal, dan pendapatan di kreditMenentukan sisi mana yang menambah sebuah akun dan sisi mana yang menguranginya.
Latih: Debit, kredit, dan saldo normalSaldo akun di buku besar = SUMIF(kolom akun, nama akun, kolom debit) − SUMIF(…, kolom kredit)Buku besar tidak membuat angka baru; ia hanya mengurutkan ulang jurnal menurut akun.
Latih: Memindahkan jurnal ke buku besarPenyusutan garis lurus = (harga perolehan − nilai sisa) ÷ umur manfaatBeban yang sama besar tiap periode selama umur manfaat yang ditetapkan di soal.
Latih: Jurnal penyesuaianRentang kendaliBanyaknya bawahan langsung satu penyelia. Rentang sempit menghasilkan struktur tinggi dengan banyak tingkat; rentang lebar menghasilkan struktur datar.
Latih: Rentang kendali: menghitung penyelia dan tingkatJalur kritis = jalur terpanjang dalam jaringan kegiatanPanjangnya menentukan durasi proyek. Kegiatan di luar jalur kritis punya kelonggaran dan boleh molor sebanyak itu tanpa menunda proyek.
Latih: Jalur kritis dan durasi proyekKelonggaran = mulai paling lambat − mulai paling awalKegiatan di jalur kritis kelonggarannya nol.
Latih: Mulai paling awal, mulai paling lambat, dan kelonggaranPenjualan, iklan, operasi, dan usaha kecil
Run rate = realisasi ÷ hari kerja berjalan × hari kerja sebulanPerkiraan penjualan akhir bulan bila kecepatan menjual tetap; dibagi target menjadi proyeksi pencapaian.Rp90 jt ÷ 10 × 22 = Rp198 jt
Latih: Hari kerja berjalan dan run rateSkor pemasok = SUMPRODUCT(nilai, bobot)Nilai tiap kriteria dikali bobotnya lalu dijumlah; bobot berjumlah 100%.
Latih: Skor berbobot pemasok dengan SUMPRODUCTROAS impas = 1 ÷ rasio marjin kontribusiROAS terendah yang membuat laba setelah iklan nol.rasio 40% → ROAS impas 2,5
Latih: ROAS sasaran, MER, dan laba setelah iklanMER = omzet toko ÷ total biaya iklan semua platformEfisiensi iklan dari catatan toko sendiri, tidak terpengaruh pesanan yang diklaim dua platform.
Latih: ROAS sasaran, MER, dan laba setelah iklanOTIF = baris tepat waktu dan lengkap ÷ semua baris pesananTidak pernah lebih tinggi daripada tingkat tepat waktu maupun tingkat lengkap.
Latih: OTIF: tepat waktu dan lengkapKartu kanban = kebutuhan × alokasi × (lead time + hari pengaman) ÷ isi wadah + 1Ditambah satu untuk wadah yang sedang diisi ulang; dibulatkan ke atas.
Latih: Menghitung jumlah kartu kanbanPersentase hasil = berat bersih ÷ berat beli × 100Bagian bahan yang tersisa setelah dibersihkan; harga per kg bersih = harga beli ÷ persentase hasil.
Latih: Uji hasil: persentase hasil dan harga per kilogram bersihFood cost % = biaya bahan per porsi ÷ harga jualDibalik untuk harga jual: biaya ÷ food cost sasaran.Rp9.000 ÷ 30% = Rp30.000
Latih: Harga jual dari persentase biaya bahan (food cost %)Modal akhir = modal awal + setoran + laba − priveUang yang diambil pemilik untuk keperluan pribadi mengurangi modal usaha, bukan biaya.
Latih: Harta, utang, dan modalMargin of safety = (nilai taksiran − harga) ÷ nilai taksiranJarak antara nilai dan harga yang dibayar; dibagi nilai taksiran, bukan harga.
Latih: Margin of safety: jarak antara nilai dan hargaTawar Ackerman: 65% → 85% → 95% → 100% dari harga sasaranUrutan tawaran yang mengecil kenaikannya; tawaran terakhir berupa angka tidak bulat.
Latih: Tawar Ackerman: 65, 85, 95, 100 persenRisiko, operasi, dan tim
SLE = nilai aset × faktor paparan (AV × EF)Kerugian dari satu kali kejadian risiko.
Latih: Analisis kuantitatif: SLE, ARO, dan ALEALE = SLE × AROPerkiraan kerugian setahun: kerugian sekali kejadian dikali frekuensi kejadian per tahun.
Latih: Analisis kuantitatif: SLE, ARO, dan ALERPN = keparahan × kejadian × deteksi (S × O × D)Angka prioritas risiko FMEA untuk mengurutkan mode kegagalan yang ditangani dulu.
Latih: FMEA dan angka prioritas risiko (RPN)Antrean M/M/1: ρ = λ ÷ μ, L = ρ ÷ (1 − ρ)Utilisasi pelayan dan rata-rata jumlah pelanggan di sistem; antrean meledak saat ρ mendekati 1.
Latih: Antrean M/M/1: ρ, L, Lq, W, dan WqVelocity = story point yang selesai per sprintAturan 0%/100%: cerita yang belum selesai dihitung nol, bukan sebagian.
Latih: Story point, planning poker, dan velocityFEFO: lot dengan kedaluwarsa terdekat diambil lebih duluAturan memilih lot di gudang; FIFO memakai tanggal masuk, bukan tanggal kedaluwarsa.
Latih: FEFO dan FIFO: aturan memilih lotPiramida Carroll: ekonomi → hukum → etis → filantropisEmpat lapis tanggung jawab sosial perusahaan, dari yang wajib sampai yang diharapkan.
Latih: Piramida tanggung jawab sosial perusahaan