Contekan · 15 lembar · 508 baris
Rumus, pintasan, dan perintah yang paling sering dipakai
Tiap baris menaut ke pelajaran yang melatihnya. Buka satu lembar untuk mencetaknya dan menempelnya di samping layar.
30 baris · “Latih” membuka latihannya
Atom dan senyawa
neutron = A − ZNomor massa dikurangi nomor atom; atom netral punya elektron sebanyak protonnya.besi-56, Z = 26: 30 neutron
Latih: Partikel penyusun atom dan isotopmassa atom rata-rata = Σ(massa isotop × kelimpahan)Rata-rata berbobot seluruh isotop; itulah angka massa atom di tabel periodik.klorin: 35 × 0,75 + 37 × 0,25 = 35,5
Latih: Partikel penyusun atom dan isotopelektron ion = Z − muatanKation melepas elektron, anion menerima elektron; jumlah protonnya tidak berubah.S²⁻: 16 + 2 = 18 elektron
Latih: Ion dan jenis ikatangolongan 1: +1 · 2: +2 · 15: −3 · 16: −2 · 17: −1Muatan ion unsur golongan utama yang diramalkan dari tabel periodik; aluminium di golongan 13 bermuatan +3.
Latih: Ion dan jenis ikatanAl³⁺ + O²⁻ → Al₂O₃Rumus senyawa ion memakai perbandingan terkecil yang membuat total muatannya nol; ion poliatom yang lebih dari satu diberi kurung.Mg(OH)₂ · Ca₃(PO₄)₂
Latih: Menulis rumus senyawa ionMol dan stoikiometri
n = massa ÷ massa molarMengubah gram menjadi mol; arah sebaliknya massa = n × massa molar.88 g CO₂ ÷ 44 g/mol = 2 mol
Latih: Massa molar, mol, dan bilangan Avogadromassa molar = Σ(Ar × indeks)Indeks di luar tanda kurung mengalikan seluruh isi kurung.Ca(OH)₂ = 40 + 2 × (16 + 1) = 74 g/mol
Latih: Massa molar, mol, dan bilangan Avogadrojumlah partikel = n × 6,02 × 10²³Bilangan Avogadro mengubah mol menjadi jumlah atom atau molekul.
Latih: Massa molar, mol, dan bilangan Avogadrosetarakan dengan koefisien, bukan indeksJumlah atom tiap unsur sama di kedua sisi, dengan koefisien bilangan bulat terkecil.CH₄ + 2O₂ → CO₂ + 2H₂O
Latih: Menyetarakan persamaan reaksipereaksi pembatas = mol ÷ koefisien terkecilBukan pereaksi yang gramnya paling sedikit; yang habis lebih dulu menentukan banyaknya hasil.
Latih: Stoikiometri, pereaksi pembatas, dan persen hasilpersen hasil = hasil nyata ÷ hasil teoretis × 100%Kedua hasil ditulis dalam satuan yang sama, misalnya gram.30,6 g ÷ 36 g × 100% = 85%
Latih: Stoikiometri, pereaksi pembatas, dan persen hasilLarutan, asam, dan basa
M = mol ÷ liter larutanMolaritas memakai volume larutan akhir; mililiter dibagi 1.000 lebih dulu.0,2 mol dalam 500 mL = 0,4 M
Latih: Molaritas dan pengenceranM₁ × V₁ = M₂ × V₂Pengenceran tidak mengubah mol zat terlarut; V₂ adalah volume larutan akhir, bukan air yang ditambahkan.50 mL HCl 6 M diencerkan sampai 300 mL: 1 M
Latih: Molaritas dan pengenceranpH = −log[H⁺][H⁺] = 10⁻ⁿ M berarti pH n; selisih satu satuan pH berarti [H⁺] berbeda sepuluh kali.
Latih: Asam, basa, dan pHpH + pOH = 14Berlaku pada 25 °C; untuk larutan basa hitung pOH dari [OH⁻] lebih dulu.[OH⁻] = 10⁻³ M → pOH 3 → pH 11
Latih: Asam, basa, dan pH[H₃O⁺] ≈ √(Ka × C)Asam lemah hanya terion sebagian; pendekatan ini layak bila persen ionisasinya di bawah 5%. Untuk basa lemah: [OH⁻] ≈ √(Kb × C).asam format 0,10 M, Ka 1,8 × 10⁻⁴ → pH 2,37
Latih: Asam dan basa lemah: Ka dan KbpH = pKa + log([A⁻] ÷ [HA])Persamaan Henderson–Hasselbalch untuk larutan penyangga; bila [A⁻] = [HA], pH = pKa.
Latih: Larutan penyanggaM asam × V asam = M basa × V basaTitik ekuivalen titrasi asam dan basa berproton satu; satu mol H₂SO₄ yang diprotik butuh dua mol NaOH.25,0 mL HCl, ekuivalen pada 20,0 mL NaOH 0,100 M: 0,080 M
Latih: Titrasi asam-basaGas dan termokimia
PV = nRTR = 0,08206 L·atm/(mol·K) untuk atm dan liter, 8,314 J/(mol·K) untuk SI; suhu dalam kelvin, °C + 273,15.0,25 mol, 0 °C, 1 atm: V = 5,60 L
Latih: Hukum gas idealq = m × c × ΔTKalor yang diserap larutan di kalorimeter; kalor reaksinya sama besar dengan tanda berlawanan.
Latih: Entalpi reaksi dan kalorimetriΔH < 0 eksoterm · ΔH > 0 endotermReaksi eksoterm melepas kalor sehingga lingkungannya menghangat; endoterm menyerap kalor sehingga lingkungannya mendingin.
Latih: Entalpi reaksi dan kalorimetriΔH° = Σn·ΔH°f produk − Σn·ΔH°f pereaksiEntalpi reaksi dari tabel entalpi pembentukan standar; unsur dalam bentuk paling stabilnya ber-ΔH°f nol.
Latih: Entalpi pembentukan standarhukum HessPersamaan dibalik, tanda ΔH dibalik; dikalikan, ΔH ikut dikalikan; dijumlahkan, ΔH dijumlahkan.
Latih: Hukum HessLaju, kesetimbangan, dan redoks
laju = k[A]ᵐ[B]ⁿOrde reaksi ditentukan dari data laju awal, bukan dibaca dari koefisien persamaan reaksi.
Latih: Hukum laju dan orde reaksisisa = (½)ⁿBagian pereaksi yang tersisa setelah n kali waktu paruh pada reaksi orde satu.waktu paruh 20 menit, setelah 80 menit: (½)⁴ = 6,25%
Latih: Hukum laju dan orde reaksiKc = [C]ᶜ[D]ᵈ ÷ ([A]ᵃ[B]ᵇ)Konsentrasi setimbang dipangkatkan koefisiennya; padatan dan cairan murni tidak ditulis.
Latih: Kesetimbangan dan tetapan KcQ < Kc → ke kanan · Q > Kc → ke kiriKuosien reaksi dihitung dari konsentrasi saat itu lalu dibandingkan dengan Kc untuk meramalkan arah reaksi.
Latih: Kesetimbangan dan tetapan Kcasas Le ChatelierSistem setimbang bergeser mengurangi gangguan; tekanan naik menggeser ke sisi bermol gas lebih sedikit, dan hanya suhu yang mengubah Kc.
Latih: Pergeseran kesetimbangan: asas Le ChatelierΣ biloks = muatan totalOksigen umumnya −2 dan hidrogen +1 bila terikat nonlogam; oksidasi berarti biloks naik.KMnO₄: +1 + x − 8 = 0 → Mn +7
Latih: Bilangan oksidasi dan reaksi redoksE°sel = E°katode − E°anodePotensial reduksi yang lebih positif menjadi katode; E° tidak dikalikan koefisien.sel Daniell: 0,34 − (−0,76) = 1,10 V
Latih: Sel volta dan potensial sel