Materi
Introduction to Business 2e Bagian 2.2 menyebut tiga cara organisasi memengaruhi perilaku etis: memberi teladan, menyelenggarakan pelatihan etika, dan menetapkan kode etik tertulis. Kode etik memberi karyawan pengetahuan tentang apa yang diharapkan perusahaan terkait tanggung jawab dan perilaku mereka terhadap sesama karyawan, pelanggan, dan pemasok. Bentuknya bisa pedoman panjang dan rinci, bisa pula ringkasan tujuan, kebijakan, dan prioritas. Buku itu mencatat kode etik berpengaruh positif bila manajemen puncak mematuhinya dan terus menekankannya.
Principles of Management Bagian 5.5 membedakan dua pendekatan yang saling melengkapi. Pendekatan etika berbasis nilai digambarkan sebagai wortel: melakukan yang benar karena nilai yang dianut. Pendekatan kepatuhan digambarkan sebagai tongkat: bertindak sesuai hukum atau menanggung akibatnya. Keduanya dibutuhkan karena hukum tidak mencakup setiap perilaku yang merugikan.
Business Ethics Bagian 7.5 merumuskan pelaporan pelanggaran (whistleblowing) sebagai tindakan mendatangi lembaga pemerintah resmi dan mengungkap pelanggaran hukum oleh pemberi kerja, dan membedakannya dari kritik sehari-hari terhadap perusahaan. Bagian itu menyebut beberapa syarat: motifnya tepat, yaitu agar perusahaan patuh hukum atau melindungi calon korban, bukan membalas dendam; saluran pelaporan internal dicoba lebih dulu; pelapor punya bukti kuat; pelanggarannya serius; dan pelaporan punya peluang menghentikan pelanggaran. Introduction to Business 2e Bagian 2.1 mencatat bahwa membiarkan tindakan tidak etis orang lain juga tergolong tidak etis.
| Kebijakan di rumah sakit swasta (karangan) | Pendekatan |
|---|---|
| Pelatihan nilai pelayanan dan diskusi kasus tiap bulan | Etika berbasis nilai (wortel) |
| Audit rekam medis dan sanksi bagi yang melanggar prosedur | Kepatuhan (tongkat) |