Materi
Stanford Encyclopedia of Philosophy (entri Business Ethics, §3.1) menyebut dua pandangan utama tentang tujuan tata kelola perusahaan. Primasi pemegang saham, disebut juga teori pemegang saham, menyatakan perusahaan dikelola demi kepentingan pemegang saham, yang lazim diartikan memaksimalkan kekayaan mereka; salah satu dasarnya adalah janji manajer kepada pemilik (Friedman 1970). Teori pemangku kepentingan, yang dikemukakan Freeman pada 1980-an, menyatakan manajer harus menyeimbangkan kepentingan semua pemangku kepentingan. Entri itu menegaskan perdebatannya soal sisa pendapatan setelah kewajiban kontrak kepada karyawan, pelanggan, dan pihak lain dipenuhi.
Business Ethics Bagian 1.2 mengutip Milton Friedman bahwa satu-satunya tanggung jawab sosial bisnis adalah meningkatkan labanya, dan Bagian 4.1 menambahkan argumennya: pemegang saham berhak memutuskan sendiri kegiatan sosial apa yang mereka dukung, bukan eksekutif atas nama mereka.
Principles of Management Bagian 5.6 merumuskan pemangku kepentingan sebagai kelompok atau individu yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi strategi, transaksi besar, dan kegiatan organisasi. Business Ethics Bagian 3.1 membedakan pemangku internal, seperti dewan direksi, CEO, dan karyawan, dari pemangku eksternal, seperti pelanggan, pemasok, dan pemerintah. Bagian 3.2 memakai tiga pendekatan Donaldson dan Preston: deskriptif (memetakan kelompok dan kepentingannya), instrumental (mengelola kepentingan pemangku karena mendukung laba), dan normatif (kepentingan tiap pemangku bernilai pada dirinya sendiri).
| Pernyataan direksi perusahaan kopi kemasan | Pandangan |
|---|---|
| "Tujuan kami memaksimalkan nilai bagi pemilik saham." | Teori pemegang saham |
| "Petani, karyawan, dan pembeli sama-sama kami timbang." | Teori pemangku kepentingan |
| "Kami menjaga petani karena pasokan stabil menaikkan laba." | Pendekatan instrumental |