Materi
Introduction to Business 2e Bagian 2.1 merumuskan konflik kepentingan sebagai keadaan saat tanggung jawab resmi seorang karyawan atau pejabat dipengaruhi potensi keuntungan pribadi. Bagian itu mengutip sepuluh kategori perilaku bisnis tidak etis dari peneliti Brigham Young University, antara lain mengambil barang yang bukan milikmu, memberi atau membiarkan kesan palsu, membeli pengaruh atau terlibat konflik kepentingan, menyembunyikan atau membocorkan informasi, mengambil keuntungan secara tidak adil, menyalahgunakan kekuasaan, melanggar aturan, dan membiarkan tindakan tidak etis orang lain. Business Ethics Bagian 7.1 menyebut kewajiban loyalitas: karyawan tidak boleh bertindak demi keuntungan dirinya atau pihak ketiga, terutama bila itu menimbulkan konflik kepentingan dengan pemberi kerja.
Business Ethics Bagian 7.4 merumuskan suap sebagai pembayaran dalam bentuk materi, tunai maupun bukan, untuk tindakan yang bertentangan dengan budaya hukum atau etis lingkungan kerja. Etis-tidaknya menerima hadiah ditentukan beberapa faktor: nilai hadiah, tujuannya, keadaan saat diberikan, jabatan penerimanya, kebijakan perusahaan, dan hukum. Karyawan yang berwenang membeli barang diharapkan memilih demi kepentingan perusahaan, bukan kepentingan dirinya. Kebijakan hadiah yang ditulis dengan baik menyatakan boleh-tidaknya menerima hadiah, nilai dan jenis yang dapat diterima, serta keadaannya; bila ragu, karyawan diarahkan bertanya ke petugas atau bagian yang ditunjuk perusahaan.
| Kejadian di kantor distributor alat tulis (karangan) | Kategori Introduction to Business 2.1 |
|---|---|
| Staf membawa pulang rim kertas kantor untuk usaha fotokopinya | Mengambil barang yang bukan milikmu |
| Manajer memarahi staf di depan pelanggan untuk mempermalukannya | Menyalahgunakan kekuasaan |
| Staf keluar kerja dan membawa daftar harga rahasia ke pesaing | Membocorkan informasi |