Materi
Laju reaksi menyatakan seberapa cepat konsentrasi berubah terhadap waktu. Laju rata-rata dihitung dari dua titik: perubahan konsentrasi dibagi selang waktunya. Pereaksi berkurang, sehingga perubahannya diberi tanda minus supaya lajunya positif. Zat-zat dalam satu reaksi berubah dengan laju berbeda yang perbandingannya sama dengan perbandingan koefisien. Pada 2NO₂ → 2NO + O₂, setiap dua molekul NO₂ yang terurai menghasilkan satu O₂, jadi O₂ terbentuk dengan laju separuh laju hilangnya NO₂.
Contoh: [NO₂] turun dari 0,100 M menjadi 0,060 M dalam 20 s. Laju hilangnya NO₂ = 0,040 ÷ 20 = 0,0020 M/s, atau 2,0 mM/s, dan laju terbentuknya O₂ = 1,0 mM/s.
Teori tumbukan menjelaskan apa yang mengubah laju. Partikel harus bertumbukan dengan orientasi yang tepat dan energi minimal sebesar energi aktivasi. Konsentrasi lebih tinggi dan luas permukaan lebih besar (serbuk dibanding bongkahan) memperbanyak tumbukan tiap detik. Suhu lebih tinggi memperbanyak partikel yang energinya melampaui energi aktivasi. Katalis menyediakan jalur reaksi lain berenergi aktivasi lebih rendah, dan tidak habis terpakai.