Contekan Sains
Rumus Kimia: Mol, Molaritas, pH, Gas Ideal, dan Entalpi
Rumus mol dan massa molar, stoikiometri, molaritas dan pengenceran, pH, larutan penyangga, gas ideal, entalpi, hukum Hess, dan kesetimbangan — masing-masing menaut ke soal hitungan yang dinilai otomatis.
30 baris · Diperbarui
Atom dan senyawa
Nomor atom, massa atom, golongan, dan periode dibaca dari tabel periodik. Versi yang bisa diklik ada di lab Tabel Periodik Interaktif (/lab/tabel-periodik-interaktif).
neutron = A − ZLatih: Partikel penyusun atom dan isotopNomor massa dikurangi nomor atom; atom netral punya elektron sebanyak protonnya.
besi-56, Z = 26: 30 neutron
massa atom rata-rata = Σ(massa isotop × kelimpahan)Latih: Partikel penyusun atom dan isotopRata-rata berbobot seluruh isotop; itulah angka massa atom di tabel periodik.
klorin: 35 × 0,75 + 37 × 0,25 = 35,5
elektron ion = Z − muatanLatih: Ion dan jenis ikatanKation melepas elektron, anion menerima elektron; jumlah protonnya tidak berubah.
S²⁻: 16 + 2 = 18 elektron
golongan 1: +1 · 2: +2 · 15: −3 · 16: −2 · 17: −1Latih: Ion dan jenis ikatanMuatan ion unsur golongan utama yang diramalkan dari tabel periodik; aluminium di golongan 13 bermuatan +3.
Al³⁺ + O²⁻ → Al₂O₃Latih: Menulis rumus senyawa ionRumus senyawa ion memakai perbandingan terkecil yang membuat total muatannya nol; ion poliatom yang lebih dari satu diberi kurung.
Mg(OH)₂ · Ca₃(PO₄)₂
Mol dan stoikiometri
n = massa ÷ massa molarLatih: Massa molar, mol, dan bilangan AvogadroMengubah gram menjadi mol; arah sebaliknya massa = n × massa molar.
88 g CO₂ ÷ 44 g/mol = 2 mol
massa molar = Σ(Ar × indeks)Latih: Massa molar, mol, dan bilangan AvogadroIndeks di luar tanda kurung mengalikan seluruh isi kurung.
Ca(OH)₂ = 40 + 2 × (16 + 1) = 74 g/mol
jumlah partikel = n × 6,02 × 10²³Latih: Massa molar, mol, dan bilangan AvogadroBilangan Avogadro mengubah mol menjadi jumlah atom atau molekul.
setarakan dengan koefisien, bukan indeksLatih: Menyetarakan persamaan reaksiJumlah atom tiap unsur sama di kedua sisi, dengan koefisien bilangan bulat terkecil.
CH₄ + 2O₂ → CO₂ + 2H₂O
pereaksi pembatas = mol ÷ koefisien terkecilLatih: Stoikiometri, pereaksi pembatas, dan persen hasilBukan pereaksi yang gramnya paling sedikit; yang habis lebih dulu menentukan banyaknya hasil.
persen hasil = hasil nyata ÷ hasil teoretis × 100%Latih: Stoikiometri, pereaksi pembatas, dan persen hasilKedua hasil ditulis dalam satuan yang sama, misalnya gram.
30,6 g ÷ 36 g × 100% = 85%
Larutan, asam, dan basa
M = mol ÷ liter larutanLatih: Molaritas dan pengenceranMolaritas memakai volume larutan akhir; mililiter dibagi 1.000 lebih dulu.
0,2 mol dalam 500 mL = 0,4 M
M₁ × V₁ = M₂ × V₂Latih: Molaritas dan pengenceranPengenceran tidak mengubah mol zat terlarut; V₂ adalah volume larutan akhir, bukan air yang ditambahkan.
50 mL HCl 6 M diencerkan sampai 300 mL: 1 M
pH = −log[H⁺]Latih: Asam, basa, dan pH[H⁺] = 10⁻ⁿ M berarti pH n; selisih satu satuan pH berarti [H⁺] berbeda sepuluh kali.
pH + pOH = 14Latih: Asam, basa, dan pHBerlaku pada 25 °C; untuk larutan basa hitung pOH dari [OH⁻] lebih dulu.
[OH⁻] = 10⁻³ M → pOH 3 → pH 11
[H₃O⁺] ≈ √(Ka × C)Latih: Asam dan basa lemah: Ka dan KbAsam lemah hanya terion sebagian; pendekatan ini layak bila persen ionisasinya di bawah 5%. Untuk basa lemah: [OH⁻] ≈ √(Kb × C).
asam format 0,10 M, Ka 1,8 × 10⁻⁴ → pH 2,37
pH = pKa + log([A⁻] ÷ [HA])Latih: Larutan penyanggaPersamaan Henderson–Hasselbalch untuk larutan penyangga; bila [A⁻] = [HA], pH = pKa.
M asam × V asam = M basa × V basaLatih: Titrasi asam-basaTitik ekuivalen titrasi asam dan basa berproton satu; satu mol H₂SO₄ yang diprotik butuh dua mol NaOH.
25,0 mL HCl, ekuivalen pada 20,0 mL NaOH 0,100 M: 0,080 M
Gas dan termokimia
PV = nRTLatih: Hukum gas idealR = 0,08206 L·atm/(mol·K) untuk atm dan liter, 8,314 J/(mol·K) untuk SI; suhu dalam kelvin, °C + 273,15.
0,25 mol, 0 °C, 1 atm: V = 5,60 L
q = m × c × ΔTLatih: Entalpi reaksi dan kalorimetriKalor yang diserap larutan di kalorimeter; kalor reaksinya sama besar dengan tanda berlawanan.
ΔH < 0 eksoterm · ΔH > 0 endotermLatih: Entalpi reaksi dan kalorimetriReaksi eksoterm melepas kalor sehingga lingkungannya menghangat; endoterm menyerap kalor sehingga lingkungannya mendingin.
ΔH° = Σn·ΔH°f produk − Σn·ΔH°f pereaksiLatih: Entalpi pembentukan standarEntalpi reaksi dari tabel entalpi pembentukan standar; unsur dalam bentuk paling stabilnya ber-ΔH°f nol.
hukum HessLatih: Hukum HessPersamaan dibalik, tanda ΔH dibalik; dikalikan, ΔH ikut dikalikan; dijumlahkan, ΔH dijumlahkan.
Laju, kesetimbangan, dan redoks
laju = k[A]ᵐ[B]ⁿLatih: Hukum laju dan orde reaksiOrde reaksi ditentukan dari data laju awal, bukan dibaca dari koefisien persamaan reaksi.
sisa = (½)ⁿLatih: Hukum laju dan orde reaksiBagian pereaksi yang tersisa setelah n kali waktu paruh pada reaksi orde satu.
waktu paruh 20 menit, setelah 80 menit: (½)⁴ = 6,25%
Kc = [C]ᶜ[D]ᵈ ÷ ([A]ᵃ[B]ᵇ)Latih: Kesetimbangan dan tetapan KcKonsentrasi setimbang dipangkatkan koefisiennya; padatan dan cairan murni tidak ditulis.
Q < Kc → ke kanan · Q > Kc → ke kiriLatih: Kesetimbangan dan tetapan KcKuosien reaksi dihitung dari konsentrasi saat itu lalu dibandingkan dengan Kc untuk meramalkan arah reaksi.
asas Le ChatelierLatih: Pergeseran kesetimbangan: asas Le ChatelierSistem setimbang bergeser mengurangi gangguan; tekanan naik menggeser ke sisi bermol gas lebih sedikit, dan hanya suhu yang mengubah Kc.
Σ biloks = muatan totalLatih: Bilangan oksidasi dan reaksi redoksOksigen umumnya −2 dan hidrogen +1 bila terikat nonlogam; oksidasi berarti biloks naik.
KMnO₄: +1 + x − 8 = 0 → Mn +7
E°sel = E°katode − E°anodeLatih: Sel volta dan potensial selPotensial reduksi yang lebih positif menjadi katode; E° tidak dikalikan koefisien.
sel Daniell: 0,34 − (−0,76) = 1,10 V