Proyek adalah rencana sekali pakai, dan penjadwalannya punya alat sendiri. Metode jalur kritis menuntut manajer mendaftar seluruh kegiatan, menetapkan hubungan antarkegiatan beserta urutan pengerjaannya, lalu menggambar diagram berpanah yang memperlihatkan kegiatan mana bergantung pada kegiatan mana.
Jalur adalah rangkaian kegiatan yang saling bersambung dari awal proyek sampai akhir. Jalur terpanjang di antara semua jalur itu disebut jalur kritis, dan panjangnya sama dengan waktu tercepat proyek itu dapat diselesaikan. Bila satu kegiatan di jalur kritis terlambat, seluruh proyek ikut terlambat. Kegiatan di luar jalur kritis dapat molor sedikit tanpa menunda proyek.
Cara menghitungnya: tulis tiap jalur dari kegiatan tanpa prasyarat sampai kegiatan terakhir, jumlahkan lamanya, lalu ambil yang terbesar. Contoh proyek membuka kios kopi: menyewa tempat 3 hari; merenovasi 5 hari, membeli mesin 4 hari, dan merekrut barista 2 hari, ketiganya setelah penyewaan; memasang mesin 2 hari setelah renovasi dan pembelian selesai; melatih barista 3 hari setelah perekrutan dan pemasangan selesai.
Jalurnya tiga: 3 + 5 + 2 + 3 = 13 hari, lalu 3 + 4 + 2 + 3 = 12 hari, lalu 3 + 2 + 3 = 8 hari. Yang terpanjang 13 hari, jadi durasi proyeknya 13 hari dan jalur kritisnya adalah jalur pertama.
Tabel di bawah ini dipakai untuk ketiga latihan pelajaran ini; proyeknya memindahkan gudang sebuah toko daring.
| Kode | Kegiatan | Lama (hari) | Prasyarat |
|---|---|---|---|
| A | Memilih gudang baru | 4 | — |
| B | Mengurus izin tempat usaha | 6 | A |
| C | Memesan rak | 3 | A |
| D | Memasang rak | 5 | B dan C |
| E | Memindahkan barang | 4 | D |
| F | Memperbarui alamat di toko daring | 2 | A |