Koperasi Wanatani di Garut membuka katalog daring untuk produk anggotanya. Pengurus menyusun delapan kegiatan beserta prasyarat dan lamanya, seperti tabel di bawah ini. Proyek dimulai pada hari ke-0.
| Kode | Kegiatan | Lama (hari) | Prasyarat |
|---|---|---|---|
| A | Mengumpulkan data produk anggota | 4 | — |
| B | Memotret produk | 6 | A |
| C | Menulis keterangan produk | 3 | A |
| D | Menyiapkan situs | 5 | — |
| E | Mengunggah katalog | 2 | B, C, dan D |
| F | Menguji cara pembayaran | 4 | D |
| G | Melatih petugas | 3 | E |
| H | Membuka layanan | 1 | F dan G |
Di luar jaringan itu, pengurus juga menetapkan cara memantau penjualan setelah katalog terbit. Selama dua bulan pertama, petugas mencatat jumlah pesanan tiap hari, menempelkan grafiknya di papan pengumuman, dan melaporkannya di rapat mingguan. Tidak pernah ada angka pesanan yang dituju, sehingga tidak pernah ada yang dinyatakan tertinggal maupun terlampaui.
Empat soal berikut menguji dua hal sekaligus: menamai langkah siklus pengendalian yang hilang, dan menghitung tiga angka dari jaringan kegiatan. Kerjakan jaringannya dengan dua penyusuran seperti di pelajaran sebelumnya. Penyusuran maju memberi waktu mulai dan selesai paling awal tiap kegiatan sekaligus durasi proyeknya; penyusuran mundur memberi waktu paling lambatnya, dan selisih keduanya adalah kelonggaran. Perhatikan bahwa ada dua kegiatan tanpa prasyarat, sehingga jaringan ini punya dua titik awal yang sama-sama mulai pada hari ke-0. Semua jawabannya tunggal dan bisa ditelusuri ulang dari tabel serta cerita di atas; tidak ada soal yang menanyakan kegiatan mana yang layak dipercepat.