Tujuan menyediakan tolok ukur untuk menilai dan mengendalikan kegiatan organisasi. Kalimat itu menjelaskan mengapa sasaran yang ditulis buruk merusak lebih dari sekadar perencanaan: tanpa tolok ukur, langkah pengendalian kehilangan angka pembandingnya.
Manajemen berdasarkan sasaran, teknik yang diuraikan OpenStax sebagai alat perencanaan sekaligus pengendalian, menyebut unsur yang membuat sasaran bekerja: sasaran yang khusus, hasil yang diharapkan dari tiap orang dirumuskan tersendiri, ukuran itu dipakai menilai sumbangan tiap orang, dan ada umpan balik. Dari situ lahir tiga pertanyaan pemeriksa yang jawabannya hanya ya atau tidak.
Pertanyaan pertama: ada ukurannya? Sasaran harus memuat angka atau keadaan yang dapat dihitung, sehingga dua orang yang membaca laporan yang sama menarik kesimpulan yang sama. Pertanyaan kedua: ada batas waktunya? Tanpa tanggal, sasaran tidak pernah terlambat dan karena itu tidak pernah selesai. Pertanyaan ketiga: ada penanggung jawabnya? Nama jabatan yang jelas menentukan kepada siapa hasil itu ditanyakan.
Contoh yang dikerjakan: “Meningkatkan pelayanan pelanggan” gagal pada ketiganya — tidak ada ukuran, tidak ada tanggal, tidak ada nama jabatan. “Menaikkan penjualan 12 persen sebelum 31 Desember” lolos pada ukuran dan batas waktu, tetapi gagal pada penanggung jawab. Perbaikannya menambahkan satu bagian kalimat, bukan menulis ulang seluruhnya.