Setelah rencana disusun dan dijalankan, manajer mengamati perilaku dan kegiatan yang benar-benar terjadi, membandingkannya dengan pernyataan hasil dan pernyataan tindakan yang dirumuskan saat perencanaan, lalu mengambil tindakan koreksi bila muncul penyimpangan yang tidak dikehendaki. Perencanaan memberi makan pengendalian dengan menetapkan standar yang dipakai menilai, dan pengendalian memberi makan perencanaan berikutnya.
Dari kalimat itu lahir empat langkah berurutan: tetapkan standar, ukur hasil, bandingkan hasil dengan standar, lalu koreksi. Melewati satu langkah membuat tiga langkah lainnya kehilangan arti. Mencatat hasil tanpa pernah menetapkan standar membuat langkah pembandingan tidak punya angka lawan; menetapkan standar dan mengukur tanpa pernah mengoreksi membuat catatan itu menumpuk tanpa akibat.
Siklus yang sama muncul sebagai daur Deming, yang oleh OpenStax diuraikan dalam empat tahap: rencanakan, kerjakan, periksa, dan tindak lanjuti. Tahap ketiga memantau hasil, dan tahap keempat bertindak atas apa yang dipelajari lalu mengubah rencananya.
Langkah ketiga menghasilkan angka. Penyimpangan dihitung sebagai selisih antara hasil dan standar, dibagi standar, lalu dikali seratus persen. Contoh: standar pengemasan 1.200 bungkus per minggu, hasil nyata 1.020 bungkus. Selisihnya 1.020 − 1.200 = −180, dibagi 1.200 menghasilkan −0,15, yaitu penyimpangan 15 persen di bawah standar.