Materi
Laporan laba rugi merekam kinerja usaha selama satu periode, misalnya satu tahun. Bagi manajer, gunanya bukan hanya angka laba di baris paling bawah, tetapi letak perubahannya. OpenStax menyusun laporan ini bertingkat: penjualan kotor dikurangi retur dan potongan menjadi penjualan bersih; penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan menjadi laba kotor; laba kotor dikurangi beban operasi (gaji, sewa, penyusutan) menjadi laba operasi; laba operasi dikurangi bunga dan pajak menjadi laba bersih.
Tiap tingkat menjawab pertanyaan yang berbeda. Laba kotor menunjukkan hasil kegiatan inti saja, yaitu menjual barang di atas biaya pokoknya. Laba operasi menunjukkan hasil seluruh kegiatan harian dan disebut juga EBIT, laba sebelum bunga dan pajak. Laba bersih sudah memuat akibat cara usaha dibiayai (bunga) dan pajaknya. EBITDA menambahkan kembali bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi ke laba bersih; penyusutan dan amortisasi adalah beban yang tidak mengeluarkan kas pada periode itu.
Contoh untuk sebuah toko sepeda, dalam juta rupiah:
Penjualan bersih = 850 − 20 (retur) = 830
Laba kotor = 830 − 480 (HPP) = 350
Laba operasi = 350 − 205 (gaji, sewa, susut) = 145
Laba bersih = 145 − 15 (bunga) − 26 (pajak) = 104
EBITDA = 104 + 15 + 26 + 25 (penyusutan) = 170Bila laba operasi naik sementara laba bersih turun, penyebabnya ada di antara kedua baris itu, yaitu bunga atau pajak — bukan di penjualan atau harga pokok.