Materi
Uang hari ini bisa diinvestasikan dan tumbuh, sehingga satu juta rupiah tahun depan bernilai lebih kecil daripada satu juta rupiah sekarang. Bunga majemuk dan anuitas sudah dibahas di kelas Matematika Uang; di sini yang dipakai hanya dua bentuknya. Nilai masa depan: FV = PV × (1 + r)^n. Nilai kini, kebalikannya: PV = FV ÷ (1 + r)^n, dengan r tingkat diskonto per periode dan n banyak periode.
Arus kas proyek jarang sama besar tiap tahun, jadi rumus anuitas tidak berlaku. OpenStax bab 9 menyelesaikan deret yang tidak rata dengan mendiskontokan tiap arus kas sendiri-sendiri lalu menjumlahkannya. Di lembar kerja, fungsi PV cocok untuk satu jumlah atau pembayaran yang tetap; untuk deret yang tidak rata dipakai fungsi NPV(rate, nilai1, nilai2, …). Menurut halaman Microsoft Support, NPV menganggap setiap nilai terjadi pada akhir periode dan nilai pertama didiskontokan satu periode penuh. Tanda juga berarti: di fungsi PV dan FV, uang yang dibayarkan ditulis negatif.
Contoh: tiga arus kas masuk dengan tingkat diskonto 10%, dalam juta rupiah.
PV = 40/1,1 + 60/1,1² + 80/1,1³
= 36,36 + 49,59 + 60,11 = 146,06
Di lembar kerja: =NPV(10%,C2:E2) dengan C2:E2 berisi 40, 60, 80