Materi
Setiap tutup toko, ada dua angka yang dibandingkan. Angka pertama adalah uang yang seharusnya ada di laci: uang kembalian yang disiapkan pagi hari, ditambah penjualan tunai, dikurangi uang yang dibayarkan langsung dari laci, misalnya untuk galon. Angka kedua adalah hasil hitung fisik, yaitu lembar dan keping yang benar-benar ada. Pembayaran lewat transfer tidak masuk laci, jadi dicocokkan ke rekening, bukan ke hitungan laci.
Seharusnya = kembalian pagi + penjualan tunai − keluar dari laci
Selisih = hitung fisik − seharusnya (positif: lebih, negatif: kurang)Selisih dicatat apa adanya sebagai baris tersendiri di buku kas. Kekurangan tidak ditutup dengan uang pribadi, dan kelebihan tidak dimasukkan ke kantong; keduanya membuat catatan tidak lagi menunjukkan apa yang terjadi. Uang kembalian pagi juga bukan penjualan: uang itu tetap disisihkan untuk hari berikutnya.
OpenStax mencatat dua hal tentang selisih. Pertama, bila satu laci hanya dipegang satu orang, kelebihan atau kekurangannya bisa ditelusuri ke orang yang bertanggung jawab atas laci itu. Kedua, kas yang berulang kali kurang adalah tanda peringatan bahwa pengendaliannya belum memadai, sehingga pemilik perlu menambah pengawasan.