Materi
Warung jarang mencatat harga pokok setiap kali sebungkus gula laku. Yang dipakai adalah cara periodik: barang yang tersisa dihitung fisik pada akhir bulan, lalu harga pokok barang yang terjual disimpulkan dari situ. OpenStax menuliskan rumusnya sebagai stok awal ditambah pembelian dikurangi stok akhir, dengan stok akhir berasal dari hitungan fisik.
HPP = stok awal + pembelian − stok akhir hasil hitung fisikStok akhir dinilai dengan harga beli, bukan harga jual. Lembar hitung fisik mencatat jumlah tiap barang, satuannya, dan harga beli per satuan; nilai satu baris adalah jumlah dikali harga beli, dan nilai stok akhir adalah total seluruh baris. Harga jual belum boleh dipakai karena untungnya baru ada setelah barang itu laku.
Barang yang rusak, kedaluwarsa, atau hilang tidak ikut dihitung di stok akhir. Akibatnya nilainya otomatis masuk harga pokok penjualan bulan itu, walaupun tidak pernah sampai ke pelanggan. OpenStax menyebut barang yang berkurang tanpa sebab yang jelas sebagai susut persediaan (shrinkage). Laba kotor dan marjinnya dibahas di kelas Hitungan Untung Rugi Usaha.