Materi
Lembar periksa adalah formulir yang dirancang untuk mencatat berapa kali suatu kejadian muncul: jenis cacat, jenis keluhan, jam kejadian. Tiap kejadian ditandai satu turus, lalu turusnya dijumlahkan per baris. Data dari lembar periksa inilah bahan diagram Pareto.
Diagram Pareto adalah diagram batang yang kategorinya diurutkan dari frekuensi terbesar ke terkecil, dilengkapi garis persen kumulatif. Buku Seneca menghubungkannya dengan prinsip Pareto yang dipopulerkan Juran: sebagian kecil penyebab menghasilkan sebagian besar cacat, sehingga perbaikan diarahkan ke beberapa kategori teratas. Langkahnya menurut Abbas dan Goosheh: urutkan tabel menurun, jumlahkan totalnya, hitung kolom kumulatif, lalu bagi kumulatif dengan total untuk mendapat persen kumulatif.
Contoh keluhan sebuah bengkel motor dalam sebulan: servis lama 50, suku cadang habis 30, tagihan salah 12, motor kotor 8, total 100. Kumulatifnya 50, 80, 92, 100, dan persen kumulatifnya 50%, 80%, 92%, 100%. Dua kategori pertama sudah mencakup 80% keluhan.
Kumulatif baris k = jumlah frekuensi baris 1 sampai k
Persen kumulatif baris k = kumulatif baris k ÷ total × 100
Baris terakhir selalu 100%Di pandas, value_counts() menghitung frekuensi tiap kategori dan langsung mengurutkannya menurun; cumsum() menjumlahkan secara berjalan.
s = pd.Series(["servis lama", "tagihan salah", "servis lama"])
s.value_counts() # servis lama 2, tagihan salah 1