Setelah pelajaran ini kamu bisa menghitung okupansi, ADR, dan RevPAR untuk satu malam dan satu periode.
±13 menit
3 latihan
Diperiksa 28 Okt 2026
Latihan di pelajaran ini butuh akun gratis. Progres, kode, dan catatanmu hanya tersimpan di browser ini. Masuk untuk menyimpannya
Materi
Tiga angka dipakai untuk menilai penjualan kamar. Introduction to Tourism and Hospitality in BC (3.1) mendefinisikan okupansi sebagai persentase kamar yang terisi, ADR (average daily rate) sebagai pendapatan kamar dibagi jumlah kamar terjual, dan RevPAR (revenue per available room) sebagai ADR dikali okupansi, atau pendapatan kamar dibagi kamar tersedia dan jumlah hari periode.
Okupansi (%) = kamar terjual ÷ kamar tersedia × 100
ADR = pendapatan kamar ÷ kamar terjual
RevPAR = pendapatan kamar ÷ kamar tersedia = ADR × okupansi
Kamar tersedia satu periode = jumlah kamar × jumlah malam
Contoh dengan data karangan: Hotel Melati di Bandung punya 80 kamar. Satu malam terjual 60 kamar dengan pendapatan kamar Rp27.000.000. Okupansi 60 ÷ 80 = 75%. ADR Rp27.000.000 ÷ 60 = Rp450.000. RevPAR Rp27.000.000 ÷ 80 = Rp337.500, sama dengan Rp450.000 × 0,75.
All Are Welcome mencatat bahwa laporan ini menjadi dasar manajemen pendapatan: tarif dinaikkan saat permintaan tinggi dan diturunkan saat permintaan lemah. Karena itu ADR yang naik belum tentu kabar baik bila okupansinya turun lebih tajam; RevPAR menggabungkan keduanya.
Latihan
0/3 lulus
Jawaban diperiksa di server. Lulus berarti kamu memahami contohnya, bukan penilaian seluruh pekerjaanmu.
Latihan 1 dari 3
Hotel Seruni di Solo punya 120 kamar dan tidak ada kamar yang tidak dijual. Malam Sabtu terjual 96 kamar. Berapa persen okupansinya?
Latihan 2 dari 3
Malam yang sama, pendapatan kamar Hotel Seruni Rp41.760.000 dari 96 kamar terjual. Berapa ADR-nya?
Latihan 3 dari 3
Laporan bulan lalu sebuah hotel di Balikpapan mencatat ADR Rp520.000 dan okupansi 65%. Berapa RevPAR-nya?