Dua kejadian disebut saling lepas bila keduanya tidak mungkin terjadi bersamaan dalam satu percobaan, misalnya satu lemparan dadu menghasilkan angka genap sekaligus angka 5. Untuk kejadian saling lepas, peluang A atau B adalah jumlah kedua peluangnya. Bila keduanya bisa terjadi bersamaan, misalnya seorang pelanggan membeli kopi sekaligus membeli roti, penjumlahan langsung menghitung pelanggan yang membeli keduanya sebanyak dua kali. Karena itu peluang irisannya dikurangkan sekali: peluang A atau B sama dengan peluang A ditambah peluang B dikurangi peluang A dan B.
Contoh langkah demi langkah dengan 50 pelanggan sebuah toko: 30 membeli sabun, 20 membeli sampo, dan 8 membeli keduanya. Langkah pertama, hitung peluang membeli sabun: 30 ÷ 50 = 0,6. Langkah kedua, peluang membeli sampo: 20 ÷ 50 = 0,4. Langkah ketiga, peluang membeli keduanya: 8 ÷ 50 = 0,16. Langkah keempat, jumlahkan dua yang pertama lalu kurangi yang ketiga: 0,6 + 0,4 − 0,16 = 0,84. Memeriksanya dengan menghitung orang juga bisa: 30 + 20 − 8 = 42 pelanggan, dan 42 ÷ 50 = 0,84.
| Keadaan dua kejadian | Peluang A atau B | Contoh |
|---|---|---|
| Saling lepas: tidak mungkin terjadi bersamaan | Peluang A + peluang B | Satu lemparan dadu: angka genap atau angka 5 |
| Tidak saling lepas: bisa terjadi bersamaan | Peluang A + peluang B − peluang A dan B | Satu pelanggan: membeli sabun atau membeli sampo |