Membaca diagram buatan orang lain dimulai dari tiga hal yang berada di luar gambarnya: judul, satuan pada sumbu tegak, dan angka awal sumbu tegak. Judul menyebutkan apa yang diukur dan kapan; satuan menentukan apakah angka 42 berarti empat puluh dua rupiah, empat puluh dua juta, atau empat puluh dua persen; angka awal sumbu menentukan apakah perbandingan panjang batang bisa dipercaya. Setelah ketiganya jelas, barulah nilai dibaca, dan dari nilai itu dihitung selisih atau persentase perubahan.
Contoh langkah demi langkah dengan diagram garis jumlah pesanan harian: Senin 40, Selasa 44, Rabu 52. Langkah pertama, baca satuannya, yaitu pesanan. Langkah kedua, hitung selisih Senin ke Rabu: 52 − 40 = 12 pesanan. Langkah ketiga, hitung persentase perubahannya: selisih dibagi nilai awal lalu dikali 100, yaitu 12 ÷ 40 × 100 = 30 persen. Perhatikan bahwa pembaginya nilai awal, bukan nilai akhir; membagi dengan 52 menghasilkan 23 persen dan angka itu menjawab pertanyaan yang berbeda.
Dua diagram berikut disajikan sebagai tabel nilai yang terbaca dari sumbunya, dan dipakai oleh latihan di bawah.
| Diagram batang: penjualan per cabang (juta rupiah) | Nilai |
|---|---|
| Bekasi | 42 |
| Depok | 57 |
| Bogor | 35 |
| Tangerang | 48 |
| Diagram garis: pengunjung per bulan (orang) | Nilai |
|---|---|
| Januari | 120 |
| Februari | 135 |
| Maret | 128 |
| April | 150 |
| Mei | 162 |
| Juni | 180 |