Rata-rata biasa memperlakukan setiap nilai sama pentingnya. Itu keliru ketika setiap nilai mewakili jumlah satuan yang berbeda: beberapa karung beras dengan berat berbeda, komponen ujian dengan bobot berbeda, atau dua kelas dengan jumlah siswa berbeda. Rata-rata berbobot menjawabnya dengan mengalikan setiap nilai dengan bobotnya, menjumlahkan hasil kalinya, lalu membaginya dengan jumlah seluruh bobot. Bobot adalah banyaknya satuan yang diwakili sebuah nilai: kilogram, jumlah siswa, jumlah unit terjual, atau angka bobot yang ditetapkan dalam aturan penilaian.
Contoh langkah demi langkah dengan nilai akhir satu mata pelajaran: tugas 70 berbobot 2, ujian tengah semester 80 berbobot 3, dan ujian akhir semester 85 berbobot 5. Langkah pertama, kalikan setiap nilai dengan bobotnya: 70 × 2 = 140, 80 × 3 = 240, dan 85 × 5 = 425. Langkah kedua, jumlahkan hasil kalinya: 140 + 240 + 425 = 805. Langkah ketiga, jumlahkan bobotnya: 2 + 3 + 5 = 10. Langkah keempat, bagi keduanya: 805 ÷ 10 = 80,5. Rata-rata biasa dari 70, 80, dan 85 adalah 78,33, dan angka itu salah karena ujian akhir menyumbang setengah dari nilai.
Di lembar kerja, SUMPRODUCT mengalikan dua kolom baris demi baris lalu menjumlahkannya, sehingga seluruh hitungan muat di satu rumus:
=SUMPRODUCT(C2:C4,D2:D4)/SUM(C2:C4)