Kuartil membelah data terurut menjadi empat bagian sama banyak. Kuartil pertama adalah nilai yang seperempat data berada di bawahnya, kuartil kedua sama dengan median, dan kuartil ketiga adalah nilai yang tiga perempat data berada di bawahnya. Selisih kuartil ketiga dan kuartil pertama disebut jangkauan antar-kuartil, yaitu lebar rentang yang memuat setengah data di tengah. Ukuran ini dipakai untuk melaporkan sebaran yang tidak terganggu oleh satu dua nilai ekstrem, misalnya rentang waktu tanggap layanan yang dialami setengah pelanggan di tengah.
Contoh langkah demi langkah dengan sembilan tagihan yang sudah diurutkan: 12, 15, 18, 20, 22, 25, 28, 30, dan 35. Posisi sebuah kuartil dihitung dengan 1 + (banyak data − 1) × bagian. Untuk kuartil pertama: 1 + 8 × 0,25 = 3, sehingga kuartil pertama adalah nilai di posisi ketiga, yaitu 18. Untuk kuartil ketiga: 1 + 8 × 0,75 = 7, sehingga nilainya 28. Jangkauan antar-kuartilnya 28 − 18 = 10. Bila posisinya jatuh di antara dua bilangan, nilainya diambil dengan membagi jarak dua nilai tetangganya sesuai pecahan posisinya.
Di lembar kerja, QUARTILE memakai cara perhitungan yang sama, dengan angka 1 untuk kuartil pertama dan 3 untuk kuartil ketiga:
=QUARTILE(A2:A10,1)
=QUARTILE(A2:A10,3)-QUARTILE(A2:A10,1)