Rata-rata memperhitungkan besar setiap nilai, sehingga satu nilai yang jauh dari sisanya akan menariknya. Nilai yang jauh terpisah itu disebut pencilan. Data yang sebagian besar nilainya menumpuk di satu sisi dan sedikit nilainya memanjang ke sisi lain disebut data miring. Pada kedua keadaan itu rata-rata berhenti mewakili “hari yang khas”. Median tidak ikut tertarik karena yang dipakai hanya posisi, bukan besar nilainya. Keadaan ini muncul di laporan penjualan yang memuat satu hari acara besar, di laporan gaji yang memuat satu pemilik usaha, dan di laporan waktu pengiriman yang memuat satu paket yang tersangkut berhari-hari.
Contoh langkah demi langkah dengan gaji enam orang di sebuah toko: Rp3.000.000, Rp3.000.000, Rp3.000.000, Rp3.000.000, Rp4.000.000, dan Rp25.000.000. Jumlahkan dulu: Rp41.000.000. Bagi dengan enam: rata-ratanya Rp6.833.333. Urutkan lalu ambil dua nilai tengah, yaitu Rp3.000.000 dan Rp3.000.000, sehingga mediannya Rp3.000.000. Lima dari enam orang bergaji di bawah rata-rata, jadi kalimat “gaji rata-rata di toko ini Rp6,8 juta” benar secara hitungan tetapi tidak menggambarkan pengalaman siapa pun di sana.
Cara cepat memeriksanya: hitung rata-rata dan median, lalu bandingkan. Bila keduanya berdekatan, rata-rata aman dipakai. Bila rata-rata jauh lebih besar daripada median, ada nilai besar yang menariknya ke atas; bila jauh lebih kecil, ada nilai kecil yang menariknya ke bawah.
| Data contoh | Rata-rata | Median | Yang mewakili |
|---|---|---|---|
| Gaji enam orang di toko (satu pemilik usaha) | Rp6.833.333 | Rp3.000.000 | Median, karena lima dari enam orang di bawah rata-rata |
| Tinggi badan sepuluh siswa satu kelas | 152 cm | 151 cm | Keduanya, karena selisihnya kecil |