Materi
Organizational Behavior LibreTexts Bagian 12.4 menjelaskan Teori Kepemimpinan Situasional dari Kenneth Blanchard dan Paul Hersey. Teori ini menyatakan pemimpin memakai gaya berbeda sesuai tingkat perkembangan pengikutnya. Faktor kuncinya kesiapan pegawai, yaitu gabungan kompetensi dan komitmennya terhadap tugas. Urutannya: pegawai di tahap paling awal sangat berkomitmen tetapi kompetensinya rendah, sehingga pemimpin sangat direktif dan sedikit suportif (mengarahkan). Saat kompetensinya naik, pemimpin beralih ke perilaku melatih (coaching). Pada kompetensi menengah sampai tinggi, perilaku suportif yang dianjurkan (mendukung). Pegawai yang komitmen dan kompetensinya sama-sama tinggi dipimpin dengan mendelegasikan. Bagian yang sama mencatat model ini populer dan mudah dipakai, tetapi dukungan riset atas asumsi dasarnya bercampur, sehingga ia tidak dipakai sendirian.
Principles of Management Bagian 13.2 membahas pengikut dari sisi lain: kepribadian dan kesiapan pengikut menentukan gaya mana yang efektif. Orang dengan lokus kendali internal lebih tanggap terhadap gaya partisipatif. Orang berkepribadian otoriter sangat menerima tindakan kepemimpinan yang direktif. Pengikut dengan harga diri tinggi tanggap terhadap gaya partisipatif, sedangkan yang harga dirinya rendah berfungsi lebih efektif dengan gaya suportif. Pengikut yang belum siap mengikuti karena belum mampu dan kurang motivasi membutuhkan gaya yang lebih direktif. Arah pengaruhnya dua jalan: pengikut berkinerja tinggi membuat pemimpinnya lebih penuh pertimbangan dan kurang direktif.
| Pegawai di kantor akuntan Cahaya (karangan) | Gaya Hersey–Blanchard |
|---|---|
| Lulusan baru yang bersemangat tetapi belum pernah menyusun laporan pajak badan | Mengarahkan |
| Staf yang sudah tiga kali menyusun laporan dengan bimbingan dan mulai menguasainya | Melatih |
| Staf senior yang ahli dan berkomitmen penuh pada laporan klien besar | Mendelegasikan |